Polewali Mandar (6/2). Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) silaturahim ke Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Kunjungan tersebut dalam rangka riset mengenai “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia”, pada Minggu (1/2/2026).
Ahmad Ali mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk menggali secara langsung peran LDII dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui dakwah dan pendidikan keagamaan. “Riset ini dilakukan untuk melihat secara objektif bagaimana LDII berkontribusi dalam penguatan nasionalisme melalui dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat di berbagai daerah,” ujarnya.
Salah satu pendiri Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, KH Abdul Gaffar Beddu didampingi Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Muhammad Ali Rusdi Bedong menyambut baik kunjungan tersebut. Keduanya mengapresiasi riset tersebut, sebagai bagian dari penulisan buku tentang peran dakwah LDII dalam memperkuat nilai-nilai nasionalisme di Indonesia.
“LDII selama ini dikenal aktif dalam menjalankan peran dakwah yang menyejukkan serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai nasionalisme,” ujar Abdul Gaffar.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan LDII dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan terjalin dengan baik. “Saya berharap dengan terbitnya buku ini nantinya dapat menjadi rujukan dan acuan objektif, terutama ketika masih ada pihak-pihak yang mempersoalkan atau memberikan stigma negatif terhadap LDII,” harapnya.
Silaturahim tersebut dihadiri Sekretaris DPW LDII Sulbar Heri Agus Winarto, Ketua DPD LDII Polman Saifuddin dan Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII Dwi Pramono.
Menanggapi diskusi tersebut, Sekretaris DPW LDII Sulbar Heri Agus Winarto menegaskan LDII senantiasa berkomitmen menjaga nilai kebangsaan dan persatuan dalam setiap aktivitas dakwahnya. “LDII memandang nasionalisme sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Oleh karena itu, dakwah yang kami lakukan selalu mengedepankan persatuan, toleransi, dan cinta tanah air,” jelasnya.
Heri berharap, melalui kunjungan dan dialog akademik tersebut, riset yang dilakukan dapat memberikan gambaran utuh dan objektif mengenai peran LDII dalam dakwah, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan. “Terbitnya buku diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjadi rujukan bagi masyarakat luas dalam memahami LDII secara proporsional, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan ukhuwah antarumat beragama di Indonesia,” pungkasnya.
Kunjungan diakhiri dengan penyerahan buku “Nilai-nilai Kebajikan Jamaah LDII”, kalender dan Majalah Nuansa Persada sebagai bentuk silaturahim, apresiasi, dan penguatan hubungan kelembagaan antara LDII dan Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga.









