Banyumas (21/1). Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Budi Luhur naungan DPD LDII Kabupaten Banyumas mendorong peningkatan kualitas layanan ibadah. Salah satunya dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Upaya tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan kadernya dalam program Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah yang digelar Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas, yang berlangsung pada 15-20 Desember 2025.
Sebanyak tiga pengurus KBIHU Budi Luhur, yakni Abdul Kholis, Arif Adha, dan Abdurohman Sambodo, mengikuti sertifikasi tersebut, di Elsotel Purwokerto, Jawa Tengah. Ketiganya merupakan kader LDII Banyumas yang selama ini terlibat aktif dalam pembinaan jamaah haji dan umrah di daerah.
Kegiatan sertifikasi diikuti 80 peserta dari berbagai wilayah, antara lain Lampung, Malang, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, dan Kabupaten Banyumas. Banyumas tercatat sebagai daerah dengan jumlah peserta terbanyak, mencerminkan tingginya kebutuhan pembimbing ibadah yang memiliki kompetensi terstandar.
Pembukaan sertifikasi dilakukan secara daring oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo. Ia menyampaikan sertifikasi berfungsi sebagai tolok ukur kompetensi pembimbing agar pelayanan kepada jamaah berjalan aman, tertib, dan sesuai regulasi.
“Pembimbing memegang peran penting sejak tahap manasik hingga pendampingan di tanah suci,” ujarnya.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. Ridwan, M.Ag menilai kerja sama perguruan tinggi dengan KBIHU dan pemerintah daerah menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan ibadah. “Sertifikasi dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan fikih, teknis lapangan, hingga kemampuan komunikasi jamaah lintas usia dan latar belakang,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas Afifuddin Idrus menambahkan, peningkatan kualitas pembimbing berdampak langsung pada kenyamanan jamaah. “Kami berharap peserta mampu menerapkan materi pelatihan dalam praktik pendampingan, termasuk aspek kedisiplinan, ketertiban administrasi, dan perlindungan jamaah selama beribadah,” tuturnya.
Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Banyumas Jazair Mafaridik yang turut menghadiri pembukaan kegiatan menyatakan keikutsertaan kader LDII dalam sertifikasi menjadi investasi jangka panjang organisasi, “Kami ingin menyiapkan pembimbing haji dan umrah yang kompeten, memahami kebutuhan jamaah, dan siap melayani masyarakat luas. Langkah ini juga memperkuat peran LDII Banyumas dalam mendukung layanan ibadah yang tertata,” ujarnya.

