Tanah Laut (7/2). DPD LDII Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanah Laut dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Selasa (3/2/2026) lalu.
MoU yang ditandatangani Ketua DPD LDII Tanah Laut Anton Kuswoyo dan Kepala BNNK Tanah Laut Ferey Hidayat itu berfokus pada pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Program itu selanjutnya diterapkan melalui pendekatan edukatif, pembinaan moral, dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala BNNK Tanah Laut, Ferey Hidayat menegaskan, penanganan persoalan narkoba membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan.
“BNN tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak. LDII memiliki jaringan yang kuat hingga tingkat akar rumput, sehingga sangat strategis dalam membantu upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi dan pembinaan moral,” ujarnya.
Menurut Ferey, MoU tersebut diharapkan menjadi dasar sinergi berkelanjutan dalam bentuk sosialisasi, penyuluhan, serta pelaksanaan program konkret P4GN yang menyentuh langsung masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Tanah Laut, Anton Kuswoyo, menyambut baik kerjasama tersebut dan menyatakan bahwa LDII berperan aktif melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. “LDII siap bersinergi dengan BNNK Tanah Laut dalam mendukung program P4GN. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam membina umat agar berakhlak baik, hidup sehat, dan menjauhi segala bentuk penyimpangan, termasuk penyalahgunaan narkotika,” kata Anton.
Ia menambahkan, kerja sama itu sejalan dengan delapan program pengabdian LDII untuk bangsa, khususnya di bidang kesehatan dan pembinaan generasi muda. Anton berharap MoU tersebut dapat diwujudkan dalam program nyata yang berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi dapat diimplementasikan dalam kegiatan konkret yang menyentuh masyarakat hingga tingkat keluarga dan remaja,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Anton juga memperkenalkan salah satu program unggulan DPD LDII Tanah Laut di bidang ketahanan pangan, yakni pengembangan sorgum sebagai pangan alternatif sehat. Menurutnya, sorgum memiliki potensi strategis karena kandungan gizinya yang baik dan mendukung pola hidup sehat.
“Sorgum memiliki kadar gula rendah, bebas gluten, tinggi protein, dan kaya serat. Ini menjadi alternatif pangan sehat yang layak dikembangkan ke depan,” jelasnya.
Gagasan tersebut juga diapresiasi Ferey yang berencana mengintegrasikan pengembangan sorgum dengan program rehabilitasi narkoba dan pemberdayaan warga binaan. “Kami memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya sorgum. Ke depan, ini bisa dikembangkan bersama sebagai bagian dari pelatihan dan pemberdayaan bagi peserta rehabilitasi narkoba, bahkan berpotensi dikembangkan di wilayah pesisir,” ungkapnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, DPD LDII Tanah Laut dan BNNK Tanah Laut optimistis dapat memperkuat upaya pencegahan narkoba. Sekaligus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang produktif dan berkelanjutan.

