Purbalingga (16/2). Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purbalingga menerima perwakilan Muhammadiyah dan LDII dalam kegiatan silaturahmi dan doa bersama. Kegiatan tersebut dilangsungkan di aula kantor PCNU Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026). Pertemuan ini mempertemukan tiga organisasi keagamaan untuk berdoa bersama bagi masyarakat Purbalingga.
Ketua Tanfidziah PCNU Purbalingga, KH Ulil Archam, mengingatkan sesama ormas Islam selalu menjaga kebersamaan dan meningkatkan kerukunan. Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan sejumlah musibah yang terjadi belakangan. “Selain itu, dengan banyaknya kejadian musibah baru-baru ini, dengan berkumpul berdoa yang ikhlas semoha Allah menerima doa kita dan Purbalingga dijauhkan dari marabahaya,” katanya.
Ketua DPD LDII Purbalingga, Kusno Raharjo, menyebut pertemuan tiga organisasi ini berlangsung karena sikap saling menghormati para pemimpin masing-masing. “Selalu saya sampaikan di forum-forum, kita itu saling takzim dan menghormati. Kita punya latar belakang masa lalu masing-masing,” katanya.
Ia juga menilai pertemuan organisasi keagamaan seperti ini belum berlangsung di daerah lain. “Semoga dengan berkumpulnya kita, akan ada hikmah dan fadillah bagi Purbalingga,” katanya.
Ketua PD Muhammadiyah Purbalingga, Sukarman, menyebut pertemuan tersebut sebagai kesempatan menyampaikan harapan umat dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. “Agama terlalu sempit jika dipahami oleh satu ormas. Agama ini terlalu luas. Fanatisme yang terlalu sempit menimbulkan kebodohan,” katanya.
Katib Syuriah PCNU Purbalingga, Maruf Salim, mengaitkan hubungan ketiga organisasi dengan sejarah pendidikan tokoh-tokohnya. “Di mana Mbah Dahlan nyantri, di situ ada Mbah Hasyim. Pendiri LDII juga pernah mondok di Tebu Ireng dan Lirboyo,” katanya.
Ia meminta para pemimpin menjaga momentum pertemuan tersebut. “Kita memberi contoh yang baik di masyarakat. Tidak zamannya sindir-sindiran Subuh kunut dan tidak kunut. Model puasanya sama,” katanya

