Jember (23/2). Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji Konawi bersama Ketua DPD LDII Jember Akhmad Malik menghadiri Kajian Ramadan 1447 H/2026 M yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada 21-22 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Jember.
“LDII menyambut baik dan mengapresiasi pengajian ini karena menjadi sarana konsolidasi pemikiran bagi ribuan peserta dari seluruh Jawa Timur. Kami hadir untuk mendengarkan dan berbagi perspektif. Apa yang dikaji mengenai ekoteologi sangat relevan dengan komitmen LDII dalam pelestarian lingkungan,” ungkap Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji Konawi.
Ia menjelaskan sinergi seperti ini sangat penting. Menurutnya dengan sinergi yang baik bersama ormas Islam lain dapat memberikan solusi bagi tantangan yang dihadapi bangsa.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mewakili Gubernur Jawa Timur yang memberikan sambutan di hadapan 1.500 peserta kajian, mengapresiasi konsistensi Muhammadiyah menyelenggarakan Kajian Ramadan setiap tahun.
“Kegiatan ini biasanya digelar di Surabaya, namun tahun ini berlangsung di Jember bertepatan dengan agenda besar buka puasa bersama dan penyaluran bantuan dari Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan meski agenda pemerintah provinsi sangat padat, Emil menegaskan pentingnya kehadiran perwakilan Pemprov dalam forum Muhammadiyah, “Gubernur dan saya memandang Kajian Ramadan Muhammadiyah sebagai forum penting. Pemerintah tidak boleh absen dari ruang-ruang keumatan seperti ini,” ujarnya.

Emil menekankan bahwa amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan merupakan kekuatan strategis dalam pembangunan masyarakat. Ia menilai koordinasi antara pemerintah dan Muhammadiyah perlu terus diperkuat agar berbagai aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara efektif.
“Ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur mulai dari madrasah, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi, telah membantu negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Negara tidak mungkin bekerja sendiri. Muhammadiyah telah berkontribusi sejak sebelum kemerdekaan dan terus menjadi mitra penting dalam membangun peradaban,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran ekologis yang dipadukan dengan nilai teologis atau ekoteologi. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan dapat mengancam kehidupan manusia, baik dari sisi ekonomi maupun keselamatan jiwa, “Seperti dampak longsor dan gangguan jalur transportasi yang menghubungkan Jember sampai Banyuwangi sebagai bukti nyata pentingnya menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Turut hadir dalamkegiatan tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah KH Haedar Nashir dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah KH Abdul Mu’ti. Hadir juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim KH. Sukadiono, KH. Din Syamsuddin dan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni.

