Bandung (25/3). DPD LDII Kota Bandung turut serta dalam kegiatan rukyatul hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan di Observatorium Al-Biruni, Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (UNISBA), sebagai bagian dari pemantauan serentak di berbagai titik di Jawa Barat.
Pelaksanaan rukyatul hilal ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, ulama, akademisi, pakar astronomi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di Kota Bandung, hilal belum berhasil terlihat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh cuaca hujan serta posisi hilal yang belum memenuhi kriteria visibilitas.
“Pada saat pelaksanaan rukyatul hilal, hilal tidak terlihat dari lokasi pengamatan di Bandung. Kondisi cuaca hujan dan posisi hilal yang belum memenuhi kriteria menjadi faktor utama. Hasil ini akan dilaporkan sebagai bahan sidang isbat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, tim pengamat hilal LDII Kota Bandung, Ayatulloh Husein, menegaskan keikutsertaan LDII dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung penentuan awal bulan Hijriah secara ilmiah dan terkoordinasi.
“Partisipasi ini merupakan kontribusi LDII dalam mendukung penetapan 1 Syawal, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa perbedaan metode dalam penentuan awal bulan Hijriah merupakan hal yang wajar dalam dinamika keilmuan. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan saling menghormati perbedaan.
Kegiatan rukyatul hilal ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghasilkan keputusan yang akurat dan dapat diterima masyarakat, sehingga pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri dapat berlangsung dengan penuh kebersamaan.












