Sangatta (24/2). DPD LDII Kutai Timur mengimbau seluruh warga untuk mencapai lima target sukses ibadah selama Ramadan. Antara lain sukses puasa, tarawih, tadarus Alqur’an, zakat fitrah, serta lailatul qodar.
Ketua DPD LDII Kutim Theo Okta Wirawan mengatakan, bahwa Ramadan merupakan momentum peningkatan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Kami mengajak seluruh warga LDII Kutai Timur untuk menyukseskan Ramadan tahun ini dengan lima target utama, agar ibadah lebih terarah dan maksimal,” ujarnya pada Selasa (19/2/2026).
Theo menjelaskan, sukses puasa berarti menjalankan ibadah puasa dengan tertib, menjaga niat, serta menghindari hal yang mengurangi pahala atau bahkan membatalkan puasa.
“Puasa secara harfiah adalah menahan lapar dan dahaga. Tapi secara lebih dalam pemaknaannya, kita di sini mencari balasan pahala dari Allah dengan menahan hawa nafsu keduniaan sehingga kita mendapat keutamaan ibadah ini,” bebernya.
Sementara sukses tarawih, lanjutnya, dimaknai dengan konsisten melaksanakan salat tarawih berjamaah selama Ramadan. “Ini secara pelaksanaan sama seperti salat malam di hari biasa. Tapi secara keutamaan, salat tarawih ini memberi keutamaan pahala sunnah yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW, dan menjadi pengisi waktu agar tidak menjadi lahan atau kesia-siaan,” papar Theo.
Selanjutnya, sukses tadarus Alqur’an diharapkan mampu mendorong warga untuk meningkatkan interaksi dengan kitab suci umat Islam tersebut. Baik melalui membaca, memahami, maupun mengamalkan isinya. “Karena satu huruf saja, Ramadan ini dilipat gandakan menjadi 10 kali pahala. Sebab adanya lipatan pahala atas setiap amal kita di bulan suci ini,” terang dia.
Untuk sukses lailatul qadar, warga dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
“Keutamaan jika kita menemui malam lailatul qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan atau 83 tahun. Jadi kita jangan sampai melewatkan malam lailatul qadar itu dengan tidur-tiduran saja, karena nilai ibadah kita akan sangat berlipat dan doa kita akan bisa merubah takdir yang sudah tertulis,” urai Theo.
Terakhir, sukses zakat fitrah berarti memastikan kewajiban zakat ditunaikan tepat waktu dan tepat sasaran. Supaya dapat membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
“Tapi di mata Allah bukan hanya itu, zakat juga akan menjadi penyempurna ibadah puasa Ramadan, mensucikan jiwa dan pembersih harta,” terangnya.
Theo berharap, melalui 5 Sukses Ramadan tersebut, warga LDII Kutai Timur dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar selama Ramadan 1447 H, dan sesudahnya menjadi pribadi yang lebih baik di masyarakat.












