Paser (7/1). DPD LDII Kabupaten Paser menggelar Pondok Pesantren Libur Sekolah (PPLS) yang diikuti sekitar 120 peserta, mulai dari usia Sekolah Dasar (SD) hingga menengah atas. Kegiatan yang digelar empat hari sejak 28–31 Desember 2025, sebagai upaya pembinaan karakter sekaligus memanfaatkan waktu libur sekolah secara positif.
Ketua Koordinator PPLS, Khoirudin mengatakan, PPLS tahun ini dibagi menjadi dua titik kegiatan, yakni di Aula Barokah PC LDII Batu Sopang dan Aula Barokah PC LDII Tanah Grogot, agar menjangkau peserta lebih efektif. Hal itu karena PPLS menjadi bagian dari rangkaian pengajian akhir tahun 2025.
Khoirudin juga menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan inisiatif para pengurus LDII Paser, sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi muda, “PPLS ini merupakan inisiatif pengurus LDII Paser agar masa libur sekolah dapat dimanfaatkan secara lebih bermanfaat, sekaligus memberikan nilai-nilai positif bagi para generasi penerus,” ujar Khoirudin.
Selama kegiatan berlangsung, para santri dibekali pemahaman Al Quran dan Al Hadits. Salah satunya praktek ibadah, di antaranya tata cara menyucikan barang atau tempat yang terkena najis ringan, seperti air kencing dan sejenisnya.
Kegiatan lainnya, para santri diajak untuk membiasakan bangun dan berdoa di sepertiga malam, serta mengikuti latihan pencak silat dan sesi pengenalan diri. Sesi itu dibantu koordinator dalam rangka pembentukan karakter dan peningkatan kepercayaan diri. Hal itu membantu peserta mengenali potensi diri secara lebih mendalam.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Penasihat (Wanhat) LDII Paser, Ahmad Ghozali, mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memiliki peran strategis membentuk generasi muda, yang berkarakter dan berakhlak mulia. “PPLS menjadi sarana pembinaan yang sangat penting bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya dibekali pemahaman keagamaan, tetapi juga dilatih kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembinaan yang dilakukan secara terpadu antara aspek spiritual, mental, dan fisik diharapkan mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Senada dengan Ahmad, Khoirudin juga menekankan pentingnya menjaga akhlak, memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung.
“Ilmu yang didapat selama PPLS ini jangan berhenti di sini. Amalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadikan waktu sebagai amanah yang harus dijaga. “Waktu adalah nikmat yang sangat mahal. Generasi muda yang berhasil adalah mereka yang mampu mengisi waktunya dengan kebaikan dan amal saleh,” tambahnya.
Khoirudin menambahkan, ia berharap setiap generasi muda yang hadir tumbuh menjadi pribadi, yang lebih baik serta memiliki kesadaran bahwa waktu merupakan anugerah yang sangat berharga. “Kami berharap para peserta dapat menghargai waktu sebagai amanah dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” pungkasnya.











