Pemalang (15/1). PAC LDII Pegundan bersama pemerintah desa menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Lapangan Krida Muda, Desa Pegundan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Senin (5/1/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan sampah dan gulma di bantaran sungai yang menjadi bagian penting sistem irigasi desa.
Puluhan warga, pengurus LDII, serta perangkat desa terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah rumah tangga dan tanaman liar yang berpotensi menghambat aliran air. Kerja bakti dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Dusun I Desa Pegundan Joko Mulyanto menyebut pembersihan saluran air menjadi agenda prioritas desa saat musim hujan. Ia menilai sungai memiliki peran vital bagi pertanian dan aktivitas warga. “Sungai ini jalur utama irigasi. Jika alirannya terganggu, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Joko.
Joko menambahkan, keterlibatan warga dalam kerja bakti memberi dampak ganda, tidak hanya pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada kepedulian bersama. Ia berharap kebiasaan merawat sungai dapat terus dijaga agar risiko luapan air dapat ditekan. “Ketika hujan deras, aliran air perlu tetap lancar. Itu kunci mengurangi potensi genangan,” tambahnya.
Ketua PAC LDII Pegundan Sonadi mengatakan, partisipasi LDII dalam kerja bakti merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung program kemasyarakatan. Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah desa menjadi sarana efektif untuk memberikan manfaat langsung. “LDII hadir untuk bekerja bersama warga, terutama pada kegiatan yang menyentuh kebutuhan lingkungan,” ujar Sonadi.
Menurut Sonadi, program kebersihan lingkungan sejalan dengan agenda LDII di tingkat kabupaten yang mendorong kepedulian terhadap alam. Ia menyebut keterlibatan warga LDII juga menjadi sarana edukasi agar menjaga lingkungan dimulai dari sekitar tempat tinggal. “Merawat sungai berarti menjaga keberlangsungan hidup bersama,” ucapnya.
Kerja bakti tersebut ditutup dengan peninjauan aliran sungai untuk memastikan tidak ada lagi sumbatan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kolaborasi warga dalam menjaga lingkungan desa.

