Oleh Sudarsono*
“Sudah jadi keyakinan pribadi, bahwa menjaga lingkungan adalah amanah yang harus diwujudkan melalui edukasi, keteladanan, dan praktik nyata yang berkelanjutan di tengah masyarakat.”
Perkenalkan, Bambang Supriadi, salah satu LISDAL’s Local Heroes dari Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Ketua DPD LDII Kabupaten Sumbawa Barat sejak tahun 2005 hingga sekarang, dan sekaligus anggota Biro Litbang, IPTEKS, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (Biro LISDAL), DPW LDII Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2021 – 2026 kita tampilkan sebagai salah satu LISDAL’s Local Heroes. Program ini, mengulas sosok pengurus atau pun warga LDII dari seluruh Indonesia, dengan kiprah dan kontribusi nyata di berbagai aspek pengelolaan pangan dan lingkungan.
Pria yang sehari-hari beraktivitas sebagai Senior Agriculture Engineer ini lulus dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, pada tahun 1991. Setelah lulus program sarjana, Bambang Supriadi menekuni berbagai kegiatan antara lain di bidang pertanian (agriculture), perkebunan (estate), reklamasi tambang (mine reclamation), kepatuhan lingkungan (Environmental Compliance), dan pengelolaan limbah (Waste Management).
Kiprah Bambang Supriadi dalam penanganan dan pengelolaan sampah, serta edukasi masalah lingkungan khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, telah terbukti memberikan dampak nyata di lingkungan warga LDII maupun masyarakat umum. Prestasi dan kiprah itu menjadikan Bambang Supriadi sebagai salah satu LISDAL’s Local Heroes.
Ia aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, antara lain pengelolaan sampah/limbah, dan edukasi lingkungan kepada masyarakat dan sekolah; kajian dan penelitian, pelatihan, sosialisasi kegiatan lingkungan; pendampingan program pengelolaan sampah di sekolah dan masyarakat; dan pemerhati dan pegiat lingkungan, termasuk pengelolaan sampah secara mandiri
Prestasi dan Penghargaan
Selama berkegiatan sebagai pegiat lingkungan, sejumlah prestasi dan penghargaan berhasil ia peroleh, antara lain:
- Inisiator Program Pengelolaan Sampah di Sekolah (PPSS), yang sistemnya sampai saat ini telah diterapkan di berbagai sekolah di Sumbawa
- Inisiator Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid (PPSBM)
- Peneliti bidang lingkungan yang telah menghasilkan karya dan kontribusi bermanfaat bagi daerah
- Inovator teknik penyimpanan dan pengolahan sampah menggunakan metode Tasorta (Tabung Sampah Organik Rumah Tangga)
- Inovator pengolahan sampah sekolah menggunakan metode Rumpos (Rumah Kompos Sekolah).
- Pendampingan sekolah hingga terwujud Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2025 (Sekolah Adiwiyata Nasional pertama di Kabupaten Sumbawa Barat)
Selain itu, ia juga meraih berbagai penghargaan, antara lain:
- Penghargaan Anugerah Inovasi Daerah Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2024 (Juara Pertama) dan 2025 (Juara Kedua).
- Penghargaan Lomba Penelitian Umum Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2019, 2022 dan 2024(Juara Kedua) dan tahun 2023(Juara Pertama).
- Apresiasi dan penghargaan sebagai Penulis Buku 20 Tahun Clean-Up Day Amman tahun 2021 dan Buku Flora Batu Hijau tahun 2022.

Karya dan Kontribusi
Selama bergelut dengan berbagai isu lingkungan, Bambang Supriadi telah banyak memberikan karya dan kontribusinya, antara lain:
- Karya publikasi, berupa penulisan buku dan artikel populer di media cetak maupun media daring.
- Sebagai pemerhati dan pegiat lingkungan, ikut berkontribusi memberikan sumbangan pemikiran dan pandangan kepada pemerintah secara formal dan informal (i.e., dalam penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah Kabupaten Sumbawa Barat).
- Sebagai juri dan asesor berbagai kegiatan lingkungan yang diselenggarakan pemerintah daerah.
- Sebagai narasumber dalam kegiatan pelatihan dan sosialisasi pengelolaan sampah dan kegiatan lingkungan lainnya.
- Mengenalkan delapan (8) klaster Kontribusi LDII untuk Bangsa kepada pemerintah daerah, terutama klaster ketahanan pangan dan lingkungan hidup.
- Berkontribusi dalam mendukung program pengelolaan sampah melalui Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid (PPSBM).
Asa dan Harapan
Di pengujung tahun 2025 dan awal tahun 2026, Bambang Supriadi masih memiliki harapan besar yang ingin diwujudkan, yakni dapat terus berkontribusi dalam penguatan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat dan sekolah melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor, sehingga terwujud perubahan perilaku yang berkelanjutan dan kondisi lingkungan yang lebih lestari. “Melalui kontribusi yang saya lakukan, berharap agar masyarakat menjadi semakin sadar bahwa sampah itu harus dikelola sesuai ketentuan atau peraturan. Selain itu, mewujudkan sekolah mandiri sampah (i.e., mandiri dalam pengelolaan sampah) serta memfasilitasi tercapainya sekolah Adiwiyata Nasional dan terwujudnya Kampung Iklim (Proklim) di NTB menjadi harapan yang akan saya wujudkan dalam beberapa tahun ke depan,” harap Bambang Supriadi.
Aktivitas dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Apa yang telah dan akan dilakukan Bambang Supriadi di Sumbawa Barat, selain berdampak lokal, juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) di tingkat global. Karya dan kontribusi Bambang Supriadi jelas berhubungan erat dengan SDG 13 (Climate Action – Penanganan Perubahan Iklim) karena dengan dakwah ekologis yang dia lakukan akan membantu mengurangi gas rumah kaca dan memitigasi perubahan iklim.
Dakwah ekologis yang Bambang Supriadi lakukan di berbagai sekolah untuk menularkan kesadaran menjaga lingkungan juga erat hubungannya dengan SDG 4 (Quality Education – Pendidikan yang Berkualitas).
Dan yang tak kalah penting, program pengelolaan sampah yang dia promosikan melalui dakwah ekologisnya berkaitan erat dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), karena mendorong masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam pola konsumsi dan produksi, serta mengurangi beban lingkungan dari perilaku boros dan tidak berkelanjutan.
Dengan demikian, shodaqoh ekologis dan dakwah ekologis yang Bambang Supriadi lakukan bukan hanya relevan di tingkat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen global untuk pembangunan berkelanjutan. Inilah salah satu sosok LISDAL’s Local Heroes yang perlu kita perkenalkan dan apresiasi.
Menutup pertemuan LISDAL’s Local Heroes kali ini, Bambang Supriadi kembali membisikkan keyakinannya bahwa: “Menjaga lingkungan adalah amanah yang harus diwujudkan melalui edukasi, keteladanan, dan praktik nyata yang berkelanjutan di tengah masyarakat.” Sukses selalu untuk Bambang Supriadi – salah seorang LISDAL’s Local Heroes dari Sumbawa, NTB. Semoga shodaqoh ekologis dan dakwah ekologis yang dilakukan membawa lingkungan Sumbawa, NTB yang semakin lestari dan berkelanjutan.
*) Prof. Dr. Ir. Sudarsono, M.S.c, Koordinator Bidang (Korbid), Penelitian dan Pengembangan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (LISDAL), Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII)

