Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Organisasi

Mengintip Aktivitas LDII – Khatib Jumat Tanpa Mimbar dan Podium

2008/02/28
in Organisasi
1
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

[TABLOID JUM’AT – SERAMBI UMMAH (Jum’at, 29 Februari – 6 Maret 2008) No. 429 – Rubrik IHWAL, Halaman 3]

Dulu disebut aliran Islam Jamaah yang membuat masyarakat alergi. Sekarang katanya LDII sudah punya paradigma baru.

Kamis (21/2) petang, tepat waktu mahrib tiba, seorang kaum Masjid Al-Hidayah di kompleks Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jl. Manggis Banjarmasin Timur mengumandangkan adzan dengan menggunakan pengeras suara.
Masjid yang berlantai dua itu cukup sederhana, tempat imam memimpin sholat pun hanya sebuah sajadah. Satu per satu jamaah di kompleks LDII itu berdatangan. Kemudian shalat Maghrib pun digelar dipimpin seorang imam dengan mengenakan baju gamis.
”Lebih rapat lagi shafnya, mas” saran seorang jamaah kepada kru Serambi UmmaH. Begitu shaf sudah rapat dan rapi, baru sang imam memulai shalat. Shalat maghribnya, tidak ada yang beda, sama tiga rakaat, namun saat bangkit dari ruku, jamaahnya lebih kerasmengucapkan ”rabbana lakal hamdu.”

Uniknya lagi, pakaian jamaah LDII, baik yang shalat menggunakan celana panjang, baju gamis, ataupun sarung, posisinya berada di atas mata kaki.
Saat shalat berjalan, imam hanya menggunakan pengeras suara dalam masjid. Usai shalat, imam dan para jamaahnya wiritan asing-masing, persis sepertiyang dipraktikan di masjid-masjid kebanyakan, meskipun posisi wanitanya berada paling belakang.
Bagusnya, usai shalat Maghrib para remaja putra dan putri berumur belasan tahun mengikuti pengajian hadis-hadis. Setiap jamaah di tangannya terdapat semacam kitab. Mereka mendengarkan sambil menulis apa yang diterangkan ustadnya.
Kitab yang dipegangi para jamaahnya bertulisan Arab dan para stri yang menulis apa yang diterangkan ustadnya juga menggunakan huruf Arab. ”Kami sedang memaknai,” ungkap seorang jamaah saat ditanya maksudnya menuis Arab dalam kitab itu. Ini mirib sekali metode yang dipraktekkan di pesantren.
Sebagian pelajaran yang mereka bahas saat itu seputar sejarah Nabi Yusuf, dan di akhir pelajaran mereka mengurai tentang Surat Al-Munafiqun baian ayat-ayat terakhir.
Selama sholat Maghrib sampai Isya dimasjid LDII itu tidak ditemukann seperti anggapan miring selama ini bahwa shalat di LDII itu bagi yang bukan jamaahnya, maka bekas orang sholat itu akan mereka bersihkan.
Bahkan jamaah remaja, dewasa, dan ua, sanga ramah. Perbincangan pun mengalir lancar, padahal mereka sebelumnya tidak tahu sedang berhadapan dengan sorang wartawan.

Hujan Duit

Ad lagi yang unik di Masjid Al-Hidayah LDII ini, saat mengikuti shalat Jumat (22/2) para jamaah yang ingin menginfakkan uangnya ke masjid, cukup melemparkan ke depan, sehingga leparan itu terlihat bersambung. Rata-rata mereka melempar uang kertas, meski ada sebagian anak-anak yang juga melempar uang logam.
Menariknya lagi, jamaah Jumat yang berada di lantai atas, juga turut melemparkan uangnya ke lantai bawah, sehingga terkesan seperti hujan duit. Suasana ini semakin tampak saat usai shalat Jumatan dan berdoa.
Rangkaian shalat Jumat di masjid LDII ini memakai adzan dua kali, mirip yang dipraktikkan kaum Nahdliyin. Namun yang terunik lagi, masjid ini tidak menggunakan mimbar seperti di masjid kaum Nahdliyin dan tidak pula menggunakan podium seperti di masjid Muhammadiyah.
Mereka cukup menggunakan yang sangat sederhana dan lebih praktis, yaitu sebuah kursi. Dan kursi itu pun fungsinya hanya sebagai tempat khatib tatkala duduk antara dua khutbah Jumat. Sedangkan posisi khatib berkhutbah berdiri di samping kursi, tepatnya berada di atas tempat imam memimpin shalat.
Pada shaf shalat Jumat paling belakang diisi pula jamaah wanita yang shalatnya tanpa embel-embel dinding penghalang. Menariknya lagi di masjid ini khutbahnya menggunakan bahasa Arab.
Pelaksanaan shalat Jumat di masjid terseut dipenuhi jamaah, namun jamaah yang hadir mayoritas datang dariluar kampung tersebut.

Menurut Drs Hermansyah, dirinya sempat beberapa kali shalat Jumat, Dzuhur dan Ashar di masjid Al-Hidayah LDII.
”Praktik ibadahnya sama seperti yang dipraktikkan warga Muhamadiyah dan NU, tidak ada hal yang aneh,” jelas Camat Banjarmasin Timur ini.

Hermansyah yang kantornya sangat berdekatan dengan komplek LDII Jl Manggis ini menuturkan, LDII yang dulunya bernama Islam Jamaah dan terkesan sangat tertutup, kini sudah tidak lagi.

Namun, kata camat teladan Banjarmasin ini, sampai sekarang masih ada sebagian beranggapan bahwa LDII itu tetap seperti dulu. ”Tak heran, jika ada warga sekitar baliung dan memilih shalat di masjid depan kantor saya ketimbang di masjid LDII,” beber Hermansyah. Karena itu, ia menyarankan agar LDII terus berinteraksi dan menyosialisasikan paradigma barunya.

Ada Pengajian Cabe Rawit

HM Darban mengakui khatib Jumat di Masjid Al-Hidayah LDII menggunakan bahasa Arab. ”Kebetulan jamaah yang hadir shalat Jumat pada umumnya warga LDII yang memang mengerti bahasa Arab, mulai dari remajanya hingga generasi tuanya,” jelas Ketua LDII Kalsel ini.

Mereka bisa tulis, baca, dan berbahasa Arab, karena sejak usia TK sudah dididik belajar Alquran hingga ke tingkat yang lebih tinggi disesuaikan dengan usianya.

”Karena itu, di tempat kami ini ada pengajian kalangan cabe rawit untuk usia TK dan SD,” jelas HM Darban kepada Serambi UmmaH.

Jadi, ada pengajian tingkat cabe rawit, muda/mudi, dewasa/mahasiswa hingga orang tua, dan guru-gurunya sudah kami sediakan, tambah Darban..

*** Ibrahim Ashabirin

Comments 1

  1. Sodik says:
    12 months ago

    Pak jelasin dong bisa kah solat jumaat lebih dari 1 org dan kurang dari 40

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 13
  • Ir.Safawi on Hadiri Buka Puasa Ramadan Polda Kalbar, LDII Komitmen Jaga Kerukunan dan Kedamaian
  • Taufiq on LDII Berau Berbagi Takjil Perkuat Nilai Sosial
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 12
  • Dedi Century Kenya on Renungan Hari 11
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

February 24, 2026
Ponpes Wali Barokah Gelar “Asrama Al Quran in English” Selama Ramadan, Hadirkan Guru Tamu dari Australia

Ponpes Wali Barokah Gelar “Asrama Al Quran in English” Selama Ramadan, Hadirkan Guru Tamu dari Australia

March 1, 2026
LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

February 24, 2026
Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

February 24, 2026
Renungan Hari 8

Renungan Hari 8

3
Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

3
Renungan Hari 10

Renungan Hari 10

2
Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri

Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri

2
Renungan Hari 13

Renungan Hari 13

March 3, 2026
Dirbinmas Polda Metro Jaya Apresiasi LDII Dukung Kamtibmas Saat Ramadan

Dirbinmas Polda Metro Jaya Apresiasi LDII Dukung Kamtibmas Saat Ramadan

March 2, 2026
Muscab LDII Senen, Targetkan Akselerasi Program Hingga Tingkat Anak Cabang

Muscab LDII Senen, Targetkan Akselerasi Program Hingga Tingkat Anak Cabang

March 2, 2026
Ketua PWNU Sampaikan Islam Ajarkan Jalan Tengah Saat Safari Ramadan di LDII Jakut

Ketua PWNU Sampaikan Islam Ajarkan Jalan Tengah Saat Safari Ramadan di LDII Jakut

March 2, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 13 March 3, 2026
  • Dirbinmas Polda Metro Jaya Apresiasi LDII Dukung Kamtibmas Saat Ramadan March 2, 2026
  • Muscab LDII Senen, Targetkan Akselerasi Program Hingga Tingkat Anak Cabang March 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.