Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Nasehat untuk Para Istri

2026/03/10
in Nasehat
0
Ilustrasi Istri Soleha.

Ilustrasi Istri Soleha.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Wilnan Fatahillah*

Dalam rumah tangga, istri bukan sekadar penghuni dinding batu, melainkan roh yang menghidupkan setiap sudutnya. Ketaatan kepada suami bukanlah bentuk perbudakan, melainkan tarian harmoni. Seperti sebuah lagu, keindahan muncul ketika nada rendah dan tinggi saling mengisi. Rasa hormatnya adalah “bahan bakar” utama bagi maskulinitas suami untuk melindungimu. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصِنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا،دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana pun yang ia kehendaki.” (HR. Ahmad).

Rumah tangga haruslah dibangun dari kelembutan dan kesyukuran. Jangan biarkan lidahmu menjadi pedang yang mengiris harga diri suami. Karena luka di jiwa suami seringkali lebih sulit sembuh daripada luka di raga. Kadang ucapan itu yang membuat rumah tangga tidak lagi menjadi tenang. Musuh terbesar ketenangan dalam rumah tangga adalah “perbandingan”. Jangan membandingkan tamanmu dengan taman orang lain. Syukurmu adalah kunci yang menutup pintu neraka. Rasulullah ﷺ mengingatkan kepada para istri agar menjaga lisan dan tidak kufur terhadap suami :

تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ… تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ

“Bersedekahlah kalian, karena aku melihat kalian adalah penghuni neraka terbanyak… (karena) kalian sering melaknat dan mengingkari kebaikan suami.” (HR. Bukhari & Muslim).

Para istri hendaklah menjadi wanita yang patuh dan menjaga kehormatan suami. Jangan biarkan rahasia rumah tanggamu menjadi konsumsi angin dan tetangga. Saat suamimu melangkah keluar menjemput rizki, ia sedang membangun benteng yang kokoh bagi kehormatan dan hartanya. Maka jangan biarkan angin membawa aib rumah tangganya ke telinga dunia.  Allah SWT berfirman:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Maka perempuan-perempuan yang shalihah, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).” (QS. An-Nisa’: 34).

Para istri hendaklah menjadi penyejuk mata (Qurrata A’yun). Saat suamimu memandang, letihnya luruh karena senyum dan kehangatan yang terpancar dari wajahmu yang mempesona.  Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ

“Maukah aku beritahukan kepadamu simpanan terbaik bagi seseorang? Yaitu istri shalihah, yang jika suaminya memandang kepadanya, ia menyenangkannya.” (HR. Abu Dawud).

Para isrti hendaklah menjadi “Pakaian” yang menutupi kekurangan suami dan memberi kehangatan saat musim dingin melanda jiwa suami. Berusahalah untuk berempati dan menjadi pendengar yang setia bagi keluh kesah suamimu. Allah SWT berfirman:

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

“Mereka (istri-istrimu) adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Para istri bukan sekadar pengasuh, melainkan madrasah pertama (al-madrasatul ula) bagi anak-anaknya. Ia mendidik dengan lisan yang basah oleh kalimat yang baik dan tangan yang penuh kelembutan. Sehingga anaknya menjadi generasi masa depan yang tumbuh dalam naungan iman. Istri shalihah, tangannya tidak hanya memegang urusan bumi (rumah tangga), namun hatinya terpaku di langit menggapai ridha Allah.

Wahai para istri…..Jika engkau ditakdirkan mempunyai suami yang kasar dan pemarah. Anggaplah itu salah satu ujian untuk meraih surgamu. Hadapilah takdir ini dengan keteguhan hati dan langkah yang bijaksana. Ingatlah kisah ketabahan Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun. Ia adalah wanita paling mulia yang ditakdirkan bersamakan laki-laki paling kasar dan zalim di muka bumi. Ia tidak membalas kekasaran dengan kekasaran, melainkan dengan doa yang menembus langit:

رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًۭا فِى ٱلْجَنَّةِ

“Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga…” (QS. At-Tahrim: 11)

Laki-laki yang pemarah seringkali kehilangan akal sehatnya saat emosi memuncak. Jika suamimu kasar, jangan biarkan jiwamu ikut menjadi kasar. Jika kekasarannya masih dalam batas lisan, hadapi dengan kemuliaan akhlak. Jadilah pihak yang lebih kuat dengan cara menahan diri. Ketika ia marah, menyingkirlah dengan sopan, berwudulah, dan biarkan api itu padam dengan sendirinya. Rasulullah SAW bersabda :

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya saat marah.” (Hadis Riwayat Bukhari)

Saat suamimu marah. Mungkin karena kelelahan beban dunia yang ia pikul di pundaknya. Cobalah mendekatinya dengan segelas air sejuk. Sentuhan lembut tanpa kata-kata. Sentuhan yang tulus dapat menurunkan hormon stres di hatinya. Keteduhanmu akan membuatnya merasa malu pada dirinya saat emosinya mereda. Ketika ia meninggikan suara, rendahkanlah suaramu. Percayalah kelembutanmu mampu menghancurkan batu yang keras.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh (yang sedang terbawa emosi).” (Al-A’raf ayat 199)

Jangan pernah menasehati suami saat ia sedang marah apalagi di depan orang lain. Tunggulah saat ia sedang makan atau sebelum tidur. Katakan dengan lembut: “Wahai suamiku, aku sangat mencintaimu, namun hatiku terasa pedih saat engkau meninggikan suara. Mari kita bicara dengan hati yang dingin.”

Namun jika sudah membahayakan agama dan ragamu, mintalah bantuan kepada keluarga atau pihak yang bijak. Sabar bukan berarti membiarkan dirimu hancur atau terzalimi tanpa batas. Jika “kasar” yang dimaksud sudah menyentuh fisik, maka engkau berhak mencari perlindungan dan keadilan. Namun tetaplah menjadi permata meskipun berada di dalam lumpur. Gunakan senjata doamu:

“Ya Allah, lunakkanlah hatinya untukku sebagaimana Engkau melunakkan besi untuk Nabi Daud, dan tundukkanlah ia untukku (dalam kebaikan) sebagaimana Engkau menundukkan angin untuk Nabi Sulaiman.”

Wahai para istri…..Jika engkau ditakdirkan mempunyai suami yang pemalas. Itu ujian kesabaran yang menguras energi dan air mata. Seolah sedang mendayung biduk sendirian di tengah lautan luas. Seolah sedang membangun istana di atas pasir yang terus amblas. Bangkitkan kehormatannya sebagai lelaki. Kadang Ia menjadi malas mungkin karena merasa tidak dihargai atau kehilangan kepercayaan diri. Jangan menghujatnya dengan kata “pemalas”, karena itu hanya akan membuatnya semakin terpuruk dalam kemalasannya. Sebaliknya, ingatkan ia akan tanggung jawab sucinya di hadapan Allah.

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْأَمْوَٰلِهِمْ

“Laki-laki (suami) itu adalah pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya.” Surat An-Nisa ayat 34

Gunakan “sentuhan lembut”. Katakan padanya: “Wahai suamiku, aku percaya pada kekuatan dan kecerdasanmu. Aku butuh engkau sebagai imam yang kuat untuk membimbingku dan anak-anak. Mari kita bangun masa depan bersama.” Terkadang, seorang pria hanya butuh diyakini bahwa ia mampu. Berikan ia batas waktu untuk berubah. Ajarkan dan ajaklah suamimu untuk membaca doa :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَاوَالْمَمَاتِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, sifat penakut dan tua renta, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian.” (Shahih Bukhari)

Doakanlah ia di waktu-waktu mustajab agar Allah menggerakkan hatinya untuk bekerja keras:

“Ya Allah, jadikanlah suamiku orang yang luas rezekinya, kuat semangatnya, dan jauh dari sifat malas.”

Jika ia tetap memilih diam dalam kemalasannya, ingatlah bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Jika kemalasannya sudah membahayakan nafkah wajib bagi keluarga, engkau berhak berbicara dengan orang yang ia segani (orang tua atau guru) untuk menasehatinya. Islam tidak membenarkan laki-laki yang sehat untuk berpangku tangan sementara istrinya kepayahan.

Wahai para istri…..Jika engkau ditakdirkan mempunyai suami yang sombong dan keras kepala. Itu ujian kelenturan hatimu. Sebenernya sombong adalah sifat yang hanya pantas dimiliki Allah.  Bukan jubah yang dipakai oleh suamimu. Jika suamimu adalah batu yang keras, janganlah engkau menjadi martil yang menghantamnya. Dua batu yang berbenturan hanya akan menghasilkan percikan api dan kehancuran. Jadilah air yang tenang; ia lembut namun mampu melunakkan tanah yang paling keras sekalipun.

فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًۭا لَّيِّنًۭا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (Surat Thaha ayat 44)

Kesabaranmu menghadapi suamimu adalah jembatan emas menuju surga. Setiap kali engkau menelan pahitnya kata-katanya demi menjaga kedamaian rumah tangga, Allah sedang menuliskan namamu di antara hamba-hamba-Nya yang Shabiriin (orang-orang yang sabar). Jika kesombongannya sudah mengarah pada kezaliman atau menghinamu secara berlebihan, engkau berhak meminta bantuan pihak ketiga (keluarga yang disegani) untuk menasehatinya secara diam-diam.

Kasihanilah suamimu, jangan kau benci. Sebenarnya ia sedang menutupi kekosongan di dalam jiwanya. Ia butuh pengakuan karena ia merasa kecil di hadapan Allah. Berikan ia penghormatan sebagai suami, namun tetaplah teguh pada prinsip kebenaran. Saat ia keras kepala, jangan membantah di depannya. Diamlah, dan sampaikan pendapatmu saat hatinya sedang luluh. Kelembutanmu adalah senjata yang paling ampuh untuk meruntuhkan egonya. Hati suamimu ada di antara jari-jari Allah. Bacalah doa ini agar hatinya yang keras melunak seperti besi di tangan Nabi Daud:

“Ya Allah, Wahai Dzat yang menundukkan hati, tundukkanlah hati suamiku untukku dan lunakkanlah wataknya yang keras.”

Wahai para istri…..Jika engkau ditakdirkan mempunyai suami yang pelit. Itu ujian yang menyesakkan. Karena ia seolah menggenggam erat tangan yang seharusnya terbuka lebar untuk menaungi keluargamu.  Jika suamimu memiliki harta namun enggan memberi nafkah yang mencukupi, engkau memiliki hak mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW kepada Hindun binti Utbah yang mengadukan suaminya (Abu Sufyan) yang pelit.

خُذِي مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوفِ

“Ambillah (dari hartanya) apa yang mencukupi dirimu dan anakmu dengan cara yang baik (patut).”HR. Bukhari

Janganlah engkau ikut menjadi kikir. Tetaplah menjadi tangan yang di atas (pemberi) semampumu, agar keberkahan tetap mengalir di rumahmu. Katakan pada suamimu: “Wahai suamiku, harta yang engkau simpan rapat-rapat adalah titipan yang kelak akan ditanya pertanggungjawaban. Namun, setiap keping yang engkau berikan untuk senyum istri dan anakmu adalah investasi abadi di surga. Jangan biarkan kami merasa asing di rumah sendiri karena sempitnya pemberianmu, sementara Allah telah melapangkan rezekimu.” Doakan suamimu:

“Ya Allah, tanamkanlah kasih sayang dan kedermawanan di dalam hatinya, dan lindungilah ia dari kekikiran jiwanya.”

Jika engkau memiliki penghasilan sendiri, bantulah dengan niat sedekah. Namun, jangan biarkan ia melalaikan kewajiban utamanya. Kesabaranmu menghadapi suami yang pelit adalah jalan penghapus dosa. Jadilah mawar yang tetap harum meskipun tumbuh di tanah yang gersang. Jika ia menutup tangannya, jangan biarkan engkau menutup hatimu. Teruslah mendoakannya, karena doa istri yang terzalimi tidak memiliki penghalang menuju Arsy.

Wahai para istri…..Jika engkau ditakdirkan mempunyai suami yang berbuat kesalahan. Ketahuilah itu ujian yang akan menguji seluruh sisa kekuatan iman dan kesabaranmu. Jangan terbawa derasnya arus bisikan syaitan untuk mengakiri hubungan perkawinanmu. Mungkin ia menghancurkan kepercayaan dalam sebuah bangunan suci bernama pernikahan. Namun tidak ada salahnya untuk memperbaikinya kembali. Mempertahankan rumah tangga di tengah luka pengkhianatan demi perisai bagi buah hati adalah pengorbanan yang sangat agung di mata Langit. Engkau sedang memilih menjadi tiang yang tetap tegak meski pondasimu sedang diguncang gempa.

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Suami sedang diberi cobaan kesalahan itu. Islam mengajarkan pengampunan. Biarkan ia memperbaikinya. Beri kesempatan baginya untuk menunjukkan penyesalan yang jujur (Taubatan Nasuha) dan berjanji memperbaiki diri. Memaafkan adalah pintu kemuliaanbagimu. Engkau adalah ciptaan Allah yang mulia, bukan sekadar pelabuhan sementara. Jangan biarkan kesalahan orang lain merusak harga dirimu. Jika ia memilih pergi dari cahaya menuju kegelapan, engkau tetaplah cahaya yang berhak bersinar terang. Sertakan doa untuknya:

“Ya Allah, berilah hidayah pada hati suamiku dan sucikanlah ia dari noda serta perbuatan-perbuatan keji.”

Jangan habiskan energimu untuk memata-matai atau meratapi masa lalu. Fokuslah pada kedekatanmu dengan Allah. Jika ia telah bertobat, pastikan ada komitmen nyata (seperti keterbukaan akses komunikasi atau mediasi keluarga). Engkau tidak bertanggung jawab atas dosa yang ia lakukan, namun engkau bertanggung jawab atas kebahagiaan jiwamu sendiri. Jangan biarkan racun pengkhianatan membunuh kasih sayangmu pada dirimu sendiri dan pada anak-anakmu.

Tetapi Jika ia terus mengulangi kesalahannya, tidak merasa berdosa, atau membahayakan agamamu, engkau memiliki hak syar’i untuk mengajukan Khulu’ (Gugat Cerai) demi menjaga martabat dan kesehatan mentalmu.

Wahai para Istri…..beramallah hanya untuk Allah. Kesalahan kita kadang mengharapkan syukur dari manusia. Jika engkau berbuat baik agar suamimu berterima kasih, engkau akan selalu kecewa. Namun, jika engkau meniatkan setiap lelahmu sebagai persembahan kepada Allah, maka pengingkarannya tidak akan mengurangi pahalamu sedikitpun.

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءًۭ وَلَا شُكُورًا

“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharap wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” Al-Insan ayat 9

*) Dr. H. Wilnan Fatahillah, S.H.I, M.H, M.M, CFLS  adalah anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah sekaligus Dosen Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIMI) Minhaajuroosyidiin

Tags: Nasehat IstriWilnan Fatahillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 20
  • Bagus faisal on Renungan Hari 13
  • Al on LDII Jabar Didik Entrepreneur Muda Ciptakan Pengusaha Sukses
  • zahra putri on Renungan Hari 18
  • Arul on Renungan Hari 18
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

March 7, 2026
Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

March 6, 2026
Silaturahim Ramadan di Ponpes Wali Barokah, Wali Kota Kediri Tekankan Jaga Amanah dan Kolaborasi Positif

Silaturahim Ramadan di Ponpes Wali Barokah, Wali Kota Kediri Tekankan Jaga Amanah dan Kolaborasi Positif

March 7, 2026
DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

March 4, 2026
Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

9
Renungan Hari 18

Renungan Hari 18

6
DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

5
Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan

2
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

March 10, 2026
Safari Ramadan IAIK di LDII Kotamobagu Perkuat Sinergi Pendidikan Umat

Safari Ramadan IAIK di LDII Kotamobagu Perkuat Sinergi Pendidikan Umat

March 10, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang

Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang

March 10, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan March 10, 2026
  • Safari Ramadan IAIK di LDII Kotamobagu Perkuat Sinergi Pendidikan Umat March 10, 2026
  • Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan March 10, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.