Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Pelaku Perundungan Tidak Mampu Rekam Pembelajaran, Ini Solusi dari LDII

2023/10/22
in Nasional
0
bullying anak usia dini memory learning LDII Gerakan PAUD untuk Generasi Emas Menuju Indonesia Maju 2045 Road to Rakernas LDII 2023 LDII

Anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) DPP LDII Netty Herawaty mengatakan, terdapat ketidaksesuaian antara materi pendidikan yang diberikan bertahun-tahun dengan perilaku anak didik terkait kasus bullying. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (22/10). Kasus bullying yang marak belakangan menjadi sorotan warganet. Pasalnya, para pelaku adalah siswa berprestasi baik akademis maupun non-akademis. Ditemukan juga penelitian bahwa pelaku bullying cenderung anak yang supel, percaya diri, dan pintar.

Menurut Anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) DPP LDII Netty Herawaty terdapat ketidaksesuaian antara materi pendidikan yang diberikan bertahun-tahun dengan perilaku anak didik, terkait perkembangan usia namun tidak memiliki kemampuan dalam merekam pembelajaran.

Ia memaparkan hal itu pada Webinar “Gerakan PAUD Profesional Religius untuk Indonesia Emas 2045” di Kantor DPP LDII Patal Senayan, Jakarta, Sabtu (21/10). Netty memaparkan, ada dua jenis usia yakni usia perkembangan dan kronologis. Terkait terjadinya bullying, bisa jadi usianya 40 tahun, tapi kemampuan mengendalikan emosional seperti masih di bawah empat tahun, “Proses pembelajaran terdapat learning yang tidak jadi memori,” ungkapnya.

Karena itu, ia menekankan pendidikan perlu membuat metode pembelajaran sampai menjadi memori atau ingatan, terutama pada anak usia dini. Memory Learning itu memiliki tahapan, misalnya proses stimulus yang dibutuhkan pada usia 0-2 tahun. Jika tidak terproses dengan baik maka otak akan memasuki program penghapusan sel sebanyak 50 persen.

“Gagal mengolah setiap detik, Allah mengambil potensi tersebut. Surat At Tin jelas mengatakan, tidak ada anak yang salah cipta, karena Tuhan telah menciptakan sebaik-baiknya anak, dengan kepribadian apa pun,” ujar Netti.

Otak anak begitu lahir ke dunia sudah siap menerima pembelajaran. Menurut Netti, jika tidak diaktivasi, tidak akan muncul fungsinya. “Harus ada stimulusnya. Karena itu pentingnya guru, setiap orang yang berada di samping anak, itu guru,” katanya.

LDII melalui sekolah karakter yang digagas Departemen PUP memiliki tagline, semua rumah adalah sekolah, setiap orang tua adalah guru. Netti mengingatkan, karena itu setiap detik adalah belajar. “Sehingga akan diketahui, manusia yang berperilaku sekarang adalah bagaimana pembelajaran yang tersimpan di memori otaknya,” kata pakar pendidikan anak itu.

Pembinaan karakter yang dilakukan LDII dengan target SDM profesional religius, menurut Netty, sudah sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Dalam UU Sisdiknas Pasal 3, yakni mengembangkan kemampuan, membentuk watak, serta peradaban bangsa. “Adab dulu yang pertama, dan itu ada hubungannya dengan critical thinking. Bukan hanya adab, tapi juga anak sehat, ketakwaan pada Tuhan,” Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Riau.

Ia menambahkan, tujuan pendidikan adalah beribadah. Maka manusia, juga perlu memunculkan kecintaan beribadah, agar anak sejak usia dini mengenali pentingnya beribadah. Selain itu, anak perlu melatih sifat kepemimpinan dan karakter manusia Islam.

Menurut Netty, manusia telah diberi panca indera sejak lahir, maka hal itu bisa menjadi pintu pembelajaran. Prosesnya, informasi pembelajaran diterima indera dari syaraf tepi melalui telinga, kemudian diproses di otak, reaksi, kegiatan berulang, baru tersimpan di memori.

Pembelajaran tidak bisa menggunakan lembar kerja, karena otak melalui proses ingatan berulang. “Kemampuan membaca muncul, karena otak telah menyimpan hal itu dan anak ingat, lalu ia tinggal mengucapkan,” tutur mantan Ketua Himpaudi tersebut.

Prinsip mendidik anak usia dini, yang perlu dikembangkan adalah penemuan si anak itu sendiri, sehingga anak jadi menjadi termotivasi. Anak memiliki mirror-neuron, sehingga ia juga belajar melalui contoh. “Anak yang berakhlakul karimah, berarti guru dulu yang harus memiliki akhlak tersebut atau orang-orang di sekolah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, jika anak belajar dengan kekerasan dan ancaman, justru mengganggu proses belajar dan kepribadian anak. “Ia mencontohkan, masalah di usia dini seperti tokoh Joker di filmnya, menjadi penyebab ia mengalami masalah kepribadian,” kata Netty.

Netty memberi tips, pembelajaran juga bisa diawali dengan permainan yang memiliki konsep. Ia mengatakan, di PAUD-nya anak dikenalkan pembelajaran 29 karakter luhur melalui proses bermain. Tujuannya, anak mengenali konsep tersebut dan mampu praktek dalam kehidupan sehari-hari.

Tags: Anak Usia DiniGerakan PAUDldiiPembinaan KarakterPendidikan AnakRoad to Rakernas LDII 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on LDII Menawarkan Cara Berbeda Tangani Sampah Akhir Tahun
  • Nanang Naswito on Hadiri Munas VI Persinas ASAD, LDII Apresiasi Pembinaan Generasi Muda Jadi Pribadi Berkarakter Luhur
  • Nanang Naswito on Kunjungi DPP LDII, Stafsus Kemenko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan
  • Angka DH on Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
  • Nanang Naswito on Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Audiensi dengan Kejari Lampung, LDII Dukung Edukasi Hukum Lewat Program JMS

Audiensi dengan Kejari Lampung, LDII Dukung Edukasi Hukum Lewat Program JMS

January 3, 2026
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

January 7, 2026
Ponpes Wali Barokah Tuan Rumah Seminar Pemuda, Dukung Wujudkan Indonesia Emas 2045

Ponpes Wali Barokah Tuan Rumah Seminar Pemuda, Dukung Wujudkan Indonesia Emas 2045

December 30, 2025
Diagnosis Waktu

Diagnosis Waktu

January 5, 2026
Audiensi dengan Kejari Lampung, LDII Dukung Edukasi Hukum Lewat Program JMS

Audiensi dengan Kejari Lampung, LDII Dukung Edukasi Hukum Lewat Program JMS

4
Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

2
Diagnosis Waktu

Diagnosis Waktu

2
Kunjungi DPP LDII, Stafsus Kemenko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan

Kunjungi DPP LDII, Stafsus Kemenko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan

1
Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama

January 9, 2026
Perkuat Ukhuwah Islamiyah, LDII Silaturahim dengan Rais Syuriyah PWNU Lampung

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, LDII Silaturahim dengan Rais Syuriyah PWNU Lampung

January 9, 2026
Dukung Penguatan Moderasi Beragama, LDII Lampung Selatan Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag

Dukung Penguatan Moderasi Beragama, LDII Lampung Selatan Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag

January 9, 2026
Kunjungi DPP LDII, Stafsus Kemenko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan

Kunjungi DPP LDII, Stafsus Kemenko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan

January 9, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Primata Indonesia Warisan Alam yang Terancam, Tanggung Jawab Kita Bersama January 9, 2026
  • Perkuat Ukhuwah Islamiyah, LDII Silaturahim dengan Rais Syuriyah PWNU Lampung January 9, 2026
  • Dukung Penguatan Moderasi Beragama, LDII Lampung Selatan Hadiri Upacara HAB ke-80 Kemenag January 9, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.