Kudus (15/1). DPD LDII Kabupaten Kudus menggelar pengajian akhir tahun bagi generasi muda. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kalangan usia, mulai praremaja hingga remaja usia mandiri, Minggu (31/12/2025).
Ketua DPD LDII Kabupaten Kudus, Muhammad As’ad, mengatakan pengajian akhir tahun tersebut sengaja diarahkan sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai keagamaan, bukan sebagai perayaan pergantian tahun, “Kami ingin akhir tahun dimanfaatkan untuk refleksi dan pembekalan moral. Pengajian ini kami fokuskan untuk membentuk karakter luhur generasi muda,” ujar As’ad, Jumat (2/1).
Ia menjelaskan, panitia di tingkat PC Kota dan PC Bae, mengemas kegiatan dengan pendekatan kreatif melalui lomba sinematografi bertema karakter luhur. Menurut As’ad, kegiatan ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan ide dan pesan moral sesuai dengan perkembangan dunia digital, “Kami memberi ruang kreativitas agar anak-anak muda bisa menyampaikan pesan-pesan positif melalui karya visual yang dekat dengan keseharian mereka,” jelasnya.
Sementara itu, panitia di tingkat PC Kaliwungu dan PC Mejobo mengemas kegiatan dengan metode interaktif. Peserta diajak mengikuti berbagai permainan edukatif yang berkaitan langsung dengan materi pengajian, “Dengan metode interaktif, peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga diajak berpikir kritis dan mengambil hikmah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Selain penguatan nilai keagamaan dan kreativitas, LDII Kudus juga menanamkan nilai kebersamaan melalui kegiatan nonformal seperti memasak dan bakar jagung bersama. “Kegiatan sederhana ini mengajarkan banyak hal, mulai dari kerja sama, disiplin, tanggung jawab, sampai kepedulian sosial,” ungkap As’ad.
Ia menegaskan bahwa pembinaan generasi muda harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan sosial dan budaya yang semakin kompleks. “Pembinaan karakter tidak bisa instan. Harus terus-menerus agar generasi muda memiliki fondasi yang kuat dan mampu memberi kontribusi positif di tengah masyarakat,” tegasnya.

