Pasangkayu (31/8). DPD LDII Pasangkayu menggelar pengajian akbar untuk membentengi generasi muda LDII dari tantangan kemerosotan moral. Pengajian berlangsung di Masjid Baitul A’la Sarudu, Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada Minggu (24/8).
Hadir memberikan materi Muhammad Daud dan Pengurus Ponpes Sabilurrosyidiin Surabaya, Semoga Jaya. Para pemateri menyampaikan materi seputar pemahaman agama serta bagaimana menjadi generasi muda yang taat pada syariat Islam.
Semoga Jaya menuturkan generasi muda harus membentengi diri dengan hal-hal positif agar tidak mudah terjerumus dalam pengaruh negatif di era modern. “Zaman semakin canggih dan modern, tetapi moral manusia semakin merosot. Karena itu, anak muda harus mampu menjaga diri dari kerusakan moral,” ujarnya.
Sementara Muhammad Daud menjelaskan, langkah awal yang harus dilakukan adalah membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, memahami agama, serta mampu mandiri dalam berbagai hal.
Ia juga menyinggung kondisi akhir zaman yang ditandai maraknya perbuatan maksiat sebagaimana telah disabdakan Nabi Muhammad SAW. “Seperti merebaknya perzinaan, kerusakan moral, dan berbagai kemaksiatan lainnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Ketua DPD LDII Pasangkayu Lukman Efendi berharap generasi muda LDII dapat meningkatkan pemahaman agamanya, memiliki karakter yang luhur, serta mampu melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya. “Kami berharap mereka dapat menjadi bagian dari terwujudnya Indonesia Emas pada 2045 mendatang,” katanya.