Jombang (18/3). Pondok Pesantren Gadingmangu kembali menggelar kegiatan “Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim serta Duafa”. Acara tersebut dihadiri Forkopimda, para tokoh agama, dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada pada Rabu (11/03/2026) itu, menjadi ajang silaturahmi akbar yang melibatkan sekitar 900 peserta dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Pada kesempatan itu, Ponpes Gadingmangu menyalurkan paket sembako untuk 310 kaum duafa, serta memberikan bingkisan parsel dan santunan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada 105 anak yatim.
Mewakili Ketua Pondok Pesantren Gadingmangu, Mochamad Dawud menegaskan dalam sambutannya, acara ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai itikad pesantren untuk membumikan nilai rahmah, empati, dan tanggung jawab sosial sesuai tuntunan Al Quran dan sunah Rasulullah SAW.
Secara khusus, Mochamad Dawud memberikan pesan menyentuh bagi para anak yatim yang hadir. Ia memotivasi mereka untuk tidak rendah diri karena keadaan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita besar. “Kalian adalah anak-anak yang mulia di sisi Allah. Banyak tokoh besar dalam sejarah Islam yang tumbuh sebagai anak yatim, namun melalui kesungguhan dan pertolongan Allah, mereka mampu menjadi sosok yang bermanfaat bagi umat,” ungkapnya.
Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Jombang yang disampaikan oleh Asisten 1 Pemkab Jombang, Purwanto, mewakili Bupati Jombang, Abah Warsubi. Ia menyampaikan rasa hormat atas konsistensi Ponpes Gadingmangu dalam menyatukan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, berkumpulnya umara, ulama, tokoh masyarakat, serta kaum duafa dalam satu forum yang rukun adalah bentuk kearifan lokal, yang menjadi modal dasar pembangunan di Kabupaten Jombang.
Pada kesempatan itu, Kepala Kemenag Jombang, Ilham Rohim, memberikan tausiah mengenai hakikat puasa sebagai bentuk “tirakat” selama satu bulan penuh. Ia menjelaskan bahwa kewajiban puasa bagi kaum mukalaf adalah proses menahan diri dari kesenangan duniawi, yang pasti akan membuahkan hasil manis, baik di dunia saat berbuka dan Idul Fitri, maupun di akhirat kelak. Ia memuji langkah Ponpes Gadingmangu yang mengisi bulan suci dengan memperbanyak sedekah dan memuliakan anak yatim.
Kegiatan yang berlangsung hingga kumandang azan Magrib ini ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat dan kedamaian bangsa. Melalui agenda ini, Pondok Pesantren Gadingmangu kembali mengukuhkan perannya bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai pilar sosial yang aktif berkontribusi dalam meringankan beban sesama dan mempererat tali persaudaraan di wilayah Jombang.

