Makassar (1/12). Dalam rangka mendukung pencapaian asta cita ke-empat Presiden Republik Indonesia, DPW LDII Sulawesi Selatan menghadirkan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sekaligus dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Siti Maisuri dalam acara Seminar Nasional bertajuk “Sehat, Cerdas, Berdaya: Membangun Generasi Emas melalui Kesehatan Reproduksi Perempuan”.
Acara yang berlangsung di Masjid Roudhotul Jannah, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (30/11) itu, dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan tersebut itu bertujuan meningkatkan kesadaran perempuan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya pada bagian reproduksi sejak dini.
“Materi biologi saja belum cukup menjelaskan perubahan-perubahan biologis yang dialami oleh remaja perempuan menjelang pubertas. Sehingga perlu modul khusus kesehatan reproduksi yang diberikan sebelum anak memasuki masa haid pertama,” kata Maisuri dalam pemaparan materinya.
Maisuri juga menjelaskan, ketidaktahuan mengenai kesehatan reproduksi mengakibatkan lebih dari 36.000 perempuan meninggal dunia. Kematian mereka disebabkan penyakit reproduksi, seperti kanker serviks, kanker payudara, dan sejenisnya.
Hal tersebut menjadi kekhawatiran, khususnya bagi perempuan, “Sebenarnya sederhana saja, perempuan memiliki banyak fase dari remaja dewasa, hamil, melahirkan hingga menopause. Untuk itu mereka diberikan fasilitas dari pemeriksaan sederhana, edukasi, vaksinasi yang sekarang mudah dijangkau dan gratis. Bahkan, pendampingan mulai dari pra-nikah sampai memiliki anak,” jelas Maisuri.
Maisuri juga mengajak seluruh perempuan, khususnya bagi perempuan yang sudah menikah, agar mengutamakan kesehatan dirinya terlebih dahulu baru keluarga. “Kalau perempuan kuat maka negara juga kuat, dan sebaliknya. Perempuan itu lebih mengutamakan keluarga, jarang memikirkan atau meluangkan waktu untuk diri sendiri,” tuturnya.
Padahal, menurutnya, jika perempuan sudah menjadi seorang ibu hormon stresnya meningkat, maka akan mempengaruhi dirinya dan itu menjadi beban ganda seorang perempuan,” ujarnya.
Dalam pemaparan materinya, Maisuri juga mengungkapkan tentang bagaimana perempuan harus paham dengan siklus menstruasi, kesiapan dan cara menjaga alat reproduksi, perkembangan hormon, proses pembuahan, hingga menopause.
“Sejak dini kita harus mengajarkan anak kita cara menjaga alat reproduksi dengan benar, apabila salah akan berakibat fatal karena rentan terhadap infeksi menular,” kata Maisuri.

Ia berbagi beberapa cara untuk menjaga kesehatan alat reproduksi seperti mencuci dengan air bersih, hindari penggunaan berbahan kimia keras, gunakan pewangi vagina yang alami, jangan gunakan pentiliner, dan untuk pakaian dalam gunakan bahan katun,” kata Maisuri.
Maisuri juga mengimbau khususnya terhadap remaja putri jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah. “Butuh kesiapan yang matang, bukan hanya sekedar ijab kabul. Jangan sampai di tengah jalan terjadi perceraian, karena ternyata mentalnya belum siap dalam membangun rumah tangga,” papar Maisuri.
Ia mengingatkan, menikah itu memiliki banyak lika-liku. Selain itu, membutuhkan kesiapan dari organ-organ reproduksi, sebab jika dibuahi terlalu dini, bisa mengakibatkan komplikasi, seperti kesulitan dalam proses persalinan, muncul penyakit seperti Human Papillomavirus (HPV).
Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulsel Asdar Mattiro mengungkapkan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam membantu pemerintah untuk memberikan pemahaman terhadap perempuan sebagai pondasi penting dalam membangun generasi masa depan.
“Karena itu, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi harus dikuatkan dan tidak lagi dianggap sebagai tema tabu. Kami ingin memastikan setiap perempuan memahami pentingnya menjaga tubuh, kesehatan, dan masa depan reproduksinya,” harap Asdar.
Pembekalan literasi kesehatan alat reproduksi diharapkan menjadi gerakan seluruh perempuan di Sulawesi Selatan, untuk memutus mata rantai masalah kesehatan reproduksi. (Eva).













