Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Puasa Ramadan Efektif Detoksifikasi Tubuh, Begini Caranya!

2026/03/01
in Artikel
0
Dosen Farmakologi dan Terapeutik FKUI dr. Muhammad Rizqy Fadhilah. Foto: LINES.

Dosen Farmakologi dan Terapeutik FKUI dr. Muhammad Rizqy Fadhilah. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (1/3). Puasa Ramadan secara medis dapat meningkatkan kesehatan. Hal tersebut kembali diungkap dr. Muhamad Rizqy Fadhillah, M.Biomed, AIFO-K, dalam Talkshow Kajian Ilmu (Takjil) yang ditayangkan LDII TV, pada Sabtu (28/2). Takjil mengangkat tema “Ramadan: Detoks atau Toksik?”, membahas proses adaptasi tubuh selama puasa dan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Rizqy menjelaskan bahwa saat berpuasa tubuh akan melakukan peralihan sumber energi. “Pada 12–13 jam pertama, tubuh masih menggunakan cadangan gula yang disebut glikogen. Setelah itu, tubuh akan beralih ke pembakaran lemak,” ujarnya.

Ia menerangkan, glikogen merupakan kumpulan glukosa yang tersimpan di otot dan hati. Cadangan ini akan habis secara bertahap, sebelum akhirnya tubuh masuk ke fase lipolisis atau pembakaran lemak. Selain itu, puasa juga memicu proses autofagi.

“Autofagi adalah mekanisme sel saat kondisi lapar, di mana organ-organ sel yang rusak akan didaur ulang untuk diambil energinya. Ini seperti proses peremajaan diri,” jelasnya. Menurutnya, temuan autofagi menjadi dasar banyak riset regenerasi sel dan anti-penuaan.

Namun demikian, Rizqy menekankan bahwa manfaat puasa sangat bergantung pada pola berbuka. “Secara logika, puasa itu defisit kalori. Tapi yang sering jadi masalah adalah cara berbukanya, terutama konsumsi gula berlebihan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa lonjakan gula darah yang terjadi berulang dapat membebani pankreas. “Kalau insulin terus naik secara konsisten selama Ramadan, lama-lama pankreas bisa kelelahan dan terjadi resistensi insulin,” katanya. Kondisi ini, lanjutnya, dapat menjadi salah satu faktor risiko pra-diabetes.

Rizqy menambahkan bahwa konsumsi gula harian ideal berkisar 25–30 gram, khususnya bagi pekerja kantoran dengan aktivitas fisik rendah. “Kalau energinya tidak banyak keluar, angka itu sudah menjadi batas aman,” tegasnya.

Terkait keluhan pencernaan, ia menjelaskan bahwa lambung saat puasa berada dalam kondisi mengecil. “Ketika tiba-tiba diisi makanan dalam volume besar, lambung dipaksa meregang cepat, asam lambung meningkat, sementara pergerakannya belum siap. Ini yang sering memicu maag dan begah,” jelasnya.

Sebagai solusi, ia menyarankan pola berbuka bertahap. “Batalkan puasa dengan air putih terlebih dahulu, lalu 1–3 butir kurma. Setelah itu beri jeda sekitar 10–15 menit sebelum makan utama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rizqy juga menekankan pentingnya skrining kesehatan. “Pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan tes urin sederhana bisa menjadi langkah awal deteksi dini diabetes dan gangguan ginjal,” katanya.

Ia turut mengingatkan tanda awal gangguan ginjal yang sering diabaikan. “Kalau frekuensi buang air kecil bertambah padahal minum tidak banyak, atau urin berbusa, itu perlu diwaspadai,” imbuhnya.

Menutup pemaparannya, Rizqy mengajak warga memanfaatkan program cek kesehatan gratis yang diselenggarakan LDII. “Deteksi dini jauh lebih baik daripada menunggu kondisi sudah terlambat,” pungkasnya. (Nisa)

Lihat juga:

Tags: Detoksifikasi TubuhefektifkesehatanPuasaRamadan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Gathot Wardoyo on Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 10
  • Isnanto on Berbagi Takjil Saat Ramadan, DPP LDII Tingkatkan Kepedulian Sosial Generasi Muda
  • Sudarmanto on Bersyukur, Kunci Bertambahnya Nikmat dari Allah SWT
  • Sudibyo on Lantik Pengurus LDII Sultra 2025-2030, Ketum DPP LDII Tekankan Penguatan SDM Unggul
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

February 24, 2026
Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

Ketum MUI Pusat Terima Kunjungan Silaturahim Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri

February 23, 2026
LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

February 24, 2026
Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

Warga LDII Dalangan Berpartisipasi dengan Warga dalam Pembuatan Jalan

February 24, 2026
Renungan Hari 8

Renungan Hari 8

3
Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

3
Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri

Ada Peran Kepamongan di Balik 5 Sukses Ramadan Santri

2
Renungan Hari 9

Renungan Hari 9

2
Puasa Ramadan Efektif Detoksifikasi Tubuh, Begini Caranya!

Puasa Ramadan Efektif Detoksifikasi Tubuh, Begini Caranya!

March 1, 2026
Bupati Banyuwangi Safari Ramadan Bersama LDII, Tekankan Program ASRI Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Safari Ramadan Bersama LDII, Tekankan Program ASRI Banyuwangi

February 28, 2026
Mensyukuri Nikmat Kecil, Jalan Menuju Keselamatan Iman

Mensyukuri Nikmat Kecil, Jalan Menuju Keselamatan Iman

February 28, 2026
Renungan Hari 10

Renungan Hari 10

February 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Puasa Ramadan Efektif Detoksifikasi Tubuh, Begini Caranya! March 1, 2026
  • Bupati Banyuwangi Safari Ramadan Bersama LDII, Tekankan Program ASRI Banyuwangi February 28, 2026
  • Mensyukuri Nikmat Kecil, Jalan Menuju Keselamatan Iman February 28, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.