Magelang (27/3). DPD LDII Kabupaten Magelang menegaskan komitmennya mendukung visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Magelang, melalui penguatan sektor pendidikan generasi muda. Hal itu disampaikan Sekretaris DPD LDII Kabupaten Magelang, Arif Yulianto dalam acara buka bersama dengan wartawan di Resto Kebon Tebu, Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026).
LDII menurut Arif siap berkontribusi dalam mewujudkan visi Kabupaten Magelang yang aman, nyaman, religius, unggul, dan sejahtera atau yang dikenal dengan sebutan Anyar Gress. Delapan Bidang Pengabdian LDII memiliki kesamaan arah dengan program pembangunan pemerintah pusat maupun daerah. “Jika di tingkat nasional terdapat program Asta Cita dan di tingkat daerah Pemkab Magelang memiliki Sapta Cipta, maka LDII menjalankan delapan bidang pengabdian sebagai bentuk kontribusi organisasi untuk bangsa dan negara,” tegas Arif.
Untuk mendukung visi tersebut, LDII memfokuskan salah satunya di bidang pendidikan. “Di sektor pendidikan, LDII Kabupaten Magelang menitikberatkan pada pembinaan generasi muda melalui tiga aspek utama, yaitu pendidikan agama, pendidikan umum, dan pendidikan karakter,“ ujarnya.
Pembinaan ini dilakukan melalui berbagai kegiatan rutin. Salah satunya adalah forum pengajian generasi muda yang diikuti pelajar tingkat SMP hingga remaja di tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Selain itu, LDII juga mengembangkan pembinaan bagi anak usia dini melalui program pengajian Cabe Rawit, yang diperuntukkan bagi anak usia TK hingga SD, “Kegiatan ini diselenggarakan secara intensif melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ),” jelas Arif.
Selain itu, upaya pembentukan karakter juga diperkuat melalui pendidikan berbasis pesantren. Di Kabupaten Magelang, LDII mengelola sejumlah pondok pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin di Sawangan dan Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirot di Kajoran. Melalui lembaga tersebut, LDII berupaya menanamkan nilai religius sekaligus membangun karakter generasi muda agar mampu berperan positif di masyarakat.
Sementara itu, Dewan Penasehat LDII Kabupaten Magelang, Modrik Santoso, mengatakan pembentukan karakter generasi muda dilakukan melalui kombinasi pendidikan formal dan pendidikan berbasis keagamaan.
“Karakter religius dibangun melalui pembinaan di pondok pesantren maupun majelis taklim, sedangkan karakter profesional dibentuk melalui pendidikan di sekolah. Diperlukan sinergi antara pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pamong, dan orang tua,” jelas Modrik.
Selain itu, LDII juga menjalankan program santri kalong, yaitu program pembinaan karakter bagi pelajar dan mahasiswa dengan sistem menginap di pesantren pada akhir pekan. “Sekitar 500 hingga 800 generasi muda LDII Kabupaten Magelang mengikuti program ini setiap Sabtu hingga Minggu dengan bermalam di pesantren,” ungkap Modrik.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembinaan agama sekaligus pendidikan karakter. Program tersebut juga diharapkan mampu mengarahkan aktivitas generasi muda ke kegiatan positif.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya meminimalkan anak muda dari aktivitas negatif pada malam Minggu. Dengan begitu, ikut mendukung terciptanya Magelang yang aman dan nyaman,” pungkas Modrik yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin.











