Tana Toraja (3/1). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menekankan pengabdian sebagai pengurus organisasi bukanlah aktivitas sesaat, melainkan komitmen seumur hidup. Hal itu disampaikan saat silaturahim dengan pengurus DPD LDII Kabupaten Tana Toraja, pada Minggu (28/12) di Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, khairunnas anfa’uhum linnas Karena itu, LDII di Tana Toraja harus terus bersemangat memberikan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara. LDII untuk bangsa,” tegas Chriswanto.
Pesan tersebut disambut antusias oleh pengurus dan warga LDII Tana Toraja, yang menilai kunjungan Ketua Umum DPP LDII sebagai penguatan moral sekaligus arah strategis organisasi di daerah. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi, pembinaan kader, serta konsolidasi peran LDII dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD LDII Kabupaten Tana Toraja, Marjono, menyampaikan komitmen pengurus LDII dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia mengungkapkan, sejumlah pejabat Forkopimda, termasuk Kapolres dan Dandim, telah berkunjung langsung ke Kantor DPD LDII Tana Toraja, “Kami rutin menyampaikan Majalah Nuansa Persada dan laporan kegiatan LDII kepada pejabat Forkopimda sebagai bentuk transparansi dan sinergi,” ujar Marjono.
Silaturahim Ketua Umum DPP LDII didampingi para pengurus DPP LDII dan DPW LDII Sulawesi Selatan. Sebelum agenda silaturrahim, Ketua Umum DPP LDII bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi kawasan wisata Desa Adat Ke’te Kesu’ di Pantanakan Lolo, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara.
Desa Adat Ke’te Kesu’ dikenal sebagai desa ikonik Toraja dengan kekayaan tradisi dan budaya yang masih terjaga. Ciri khasnya adalah tradisi pemakaman di tebing batu, jenazah disimpan di lubang-lubang batu sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat Toraja. Deretan rumah adat Tongkonan berdiri megah, dihiasi ukiran khas serta tanduk kerbau yang melambangkan status sosial.
Berusia ratusan dan dikelilingi alam yang asri, Ke’te Kesu’ menjadi simbol harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Kawasan ini juga berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan ekonomi kreatif, terlihat dari banyaknya pedagang yang menjajakan kerajinan tangan, miniatur Tongkonan, kain dan sarung Toraja, gelang, hingga senjata tradisional khas Toraja.
Usai rangkaian kegiatan di Tana Toraja dan Toraja Utara, rombongan KH Chriswanto dan DPW LDII Sulsel melanjutkan perjalanan dan singgah di Batara Rest Area Bukit Indah, Kabupaten Enrekang, untuk menikmati panorama ikonik Buttu Kabobong. Pada malam hari, rombongan bertolak kembali menuju Kota Makassar.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat peran LDII sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang berkontribusi aktif dalam pembangunan moral, sosial, dan kebangsaan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

