Jombang (31/3). Jajaran pengurus DPW LDII Jawa Timur mengunjungi Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Silaturahim tersebut dilaksanakan pada Sabtu (28/3/2026) memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Nahdlatul Ulama adalah saudara tua kami. Sedikit banyak, LDII harus belajar dari saudara tua. Kami juga menyadari bahwa LDII masih memiliki banyak kekurangan dalam kiprahnya. Karena itu, kami berharap dapat terus belajar untuk bersama-sama membawa kemaslahatan umat ke depan,” ujar Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi.
Ia menjelaskan peran organisasi kemasyarakatan Islam tidak berhenti pada pembinaan internal, tetapi juga harus hadir dalam upaya menjaga persatuan, membangun kehidupan sosial, serta memberi kontribusi bagi masyarakat.
“Komunikasi dan hubungan baik antarelemen umat Islam perlu terus dijaga, terutama pada momen Idulfitri yang selama ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kebersamaan,” jelasnya.
Amrodji menjelaskan silaturahim menjadi bagian dari upaya LDII Jawa Timur untuk memperkuat hubungan dengan para ulama, pesantren, dan tokoh-tokoh Islam di Jawa Timur. Menurutnya, kemaslahatan umat memerlukan kerja bersama dan keterbukaan antarlembaga keagamaan.
Sementara itu, KH Abdul Hakim Mahfudz yang akrab disapa Gus Kikin menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai, silaturahim antarelemen umat Islam merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan baik dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Silaturahim seperti ini penting untuk terus dijaga, karena menjadi bagian dari upaya merawat persaudaraan dan memperkuat kebersamaan di tengah umat,” kata Gus Kikin.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu mengatakan, komunikasi yang terbuka menjadi modal penting dalam menjaga persatuan sekaligus memperkuat peran umat dalam kehidupan berbangsa.
“Hubungan yang baik antarlembaga keagamaan perlu terus dirawat agar umat Islam dapat menghadapi berbagai tantangan sosial secara bersama,” ujarnya.
Ia berpendapat i tengah perubahan sosial yang terus berkembang, peran ulama, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan Islam dinilai tetap penting dalam menjaga arah kehidupan keagamaan masyarakat.

