Palopo (13/3). Sebagai upaya menanamkan kewirausahaan sejak dini, DPD LDII Kota Palopo menghelat Seminar Bisnis bertajuk “Basic Training Coffeeshop”. Acara berlangsung di Lantai 2 Gedung Serbaguna Sekretariat DPD LDII Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2).
Kegiatan ini menghadirkan pelaku usaha Coffee Shop, M. Arifin Prasetya, founder Figura Kopi. Ia merupakan wirausahawan muda LDII Palopo yang membagikan pengalaman praktis membangun usaha kopi dari nol hingga berkembang.
“Bisnis coffeeshop memiliki prospek menjanjikan di kalangan generasi muda saat ini. Tren konsumsi kopi yang terus meningkat, ditambah budaya nongkrong produktif di kalangan milenial, menjadi peluang ekonomi yang patut dimanfaatkan,” jelasnya.
Arifin menilai, usaha coffeeshop adalah peluang nyata bagi anak muda hari ini. Selain mengikuti tren, bisnis ini bisa menjadi sarana membangun kemandirian finansial sejak usia muda.
“Kemandirian ekonomi sangat penting sebagai bekal mempersiapkan kehidupan berumah tangga di masa depan,” ujarnya.
Pembina remaja LDII Kota Palopo, Mubarok Abubakar mengatakan, seminar ini diikuti kalangan generasi muda LDII Kota Palopo. Kegiatan tersebut tidak hanya membahas teknis bisnis, tetapi juga menanamkan pola pikir kewirausahaan, manajemen usaha, hingga etika bisnis berbasis nilai-nilai moral dan keagamaan.
“Pembinaan generasi tidak cukup hanya pada aspek spiritual, tetapi juga harus menyentuh penguatan kapasitas ekonomi. Hal ini penting agar lahir generasi yang religius, profesional, dan mandiri,” ujarnya.
Di era disrupsi digital dan kompetisi global, ia berpendapat pembekalan keterampilan praktis seperti bisnis coffeeshop dinilai relevan dan aplikatif. “Selain modal relatif terjangkau, usaha ini juga fleksibel serta dekat dengan gaya hidup generasi muda,” imbuhnya.
Mubarok mengatakan, seminar ini juga menjadi bagian dari kontribusi LDII dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal di Palopo. “Dengan semakin banyaknya wirausahawan muda, diharapkan tercipta lapangan kerja baru serta penguatan ekonomi berbasis komunitas,” pungkasnya.

