Bekasi (25/3). DPD LDII Kota Bekasi turut berpartisipasi dalam pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rooftop Apartemen Grand Kamala Lagoon, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (19/3/2026).
Rukyatul hilal tersebut merupakan rangkaian pemantauan nasional awal bulan Hijriah melalui metode observasi langsung. Ketua DPD LDII Kota Bekasi, Ary Widjanarko, menjelaskan perbedaan penentuan awal Syawal di Indonesia merupakan hal yang wajar. Hal itu disebabkan adanya perbedaan metode yang digunakan organisasi kemasyarakatan Islam, baik melalui hisab maupun rukyat.
“Perbedaan memiliki dasar dan metode masing-masing. Yang terpenting adalah tetap saling menghormati agar kerukunan umat tetap terjaga,” ujarnya.
LDII Kota Bekasi melaksanakan pengamatan dengan metode rukyatul hilal, yaitu observasi langsung terhadap posisi bulan sebagai penentu masuknya bulan Syawal. Namun, kondisi cuaca menjadi kendala dalam proses pemantauan.
“Pengamatan sudah kami lakukan, tetapi cuaca mendung, kabut, serta polusi udara cukup menghambat visibilitas, meskipun lokasi pengamatan berada di ketinggian,” jelasnya.
Tim pemantau dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Achmad Taufik dengan jumlah enam orang yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya. Tim bertugas melakukan observasi sekaligus menyusun laporan hasil pemantauan sebagai bagian dari kompilasi data nasional.

Berdasarkan hasil pengamatan, hilal belum berhasil terlihat di lokasi tersebut. Meski demikian, laporan hasil rukyat tetap disampaikan secara berjenjang kepada DPW LDII Jawa Barat dan DPP LDII serta dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Agama setempat.
LDII Kota Bekasi juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan persatuan, terutama jika terdapat perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri, “Semoga masyarakat tetap menjaga kekompakan dan saling menghormati, sehingga keharmonisan umat dapat terus terpelihara,” tutupnya.











