Manokwari (23/1). Tim rukyatul hilal DPW LDII Papua Barat memantau keberadaan hilal untuk penentuan 1 Sya’ban 1447 H. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Warberfor Distrik Masni yang berjarak 39 km dari ibu kota Manokwari, Papua Barat, pada Senin (19/1).
Ketua Tim Rukyatul Hilal DPW LDII Papua Barat, Jati Winasis mengatakan kegiatan ini selalu dilaksanakan setiap akhir bulan Hijriyah. Tim rukyatul hilal kemudian mencari lokasi pengamatan yang ideal untuk memungkinkan dapat melihat proses tenggelamnya matahari. “Melalui tempat tersebut diharapkan dapat melihat bulan pada tanggal satu (Syaban),” ujarnya.
Jati Winasis melaporkan, setelah beberapa saat melakukan pengamatan hilal tak terlihat. “Hal ini dikarenakan pergeseran posisi tenggelamnya matahari, dimana saat ini mengarah ke arah selatan sehingga tidak terbenam di cakrawala laut,” jelasnya.
Disamping itu, lanjut Jati, cuaca agak mendung sehingga masih belum bisa melihat hilal. “Kami akan mencari lagi tempat yang lebih sesuai sehingga bulan depan pada saat pengamatan hilal 1 Ramadan sudah terkondisikan dengan baik,” pungkas Jati.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Papua Barat Suroto yang ikut melakukan pengamatan mengatakan LDII akan selalu berusaha berkolaborasi dengan Kementerian Agama terutama dalam hal pengamatan hilal. Harapannya, LDII dapat memberikan kontribusi yang dapat memberikan informasi tentang hasil pengamatan hilal kepada pemerintah.
“Kami berharap bulan depan untuk pengamatan hilal 1 Ramadan dapat mendapat hasil yang baik,” kata Suroto.
Dalam pengamatan tersebut, turut hadir Dewan Penasihat DPW LDII Papua Barat Kuatman, bendahara Nahrowi dan ulama LDII Ust. Ilham Rusdi.

