Jakarta (18/1). Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan bahwa perubahan besar dalam penyelenggaraan haji harus dimulai dari perubahan pribadi para petugasnya.
Pesan tersebut disampaikan Wamenhaj Dahnil kepada peserta Diklat PPIH 2026 saat kegiatan kebersamaan di Asrama Haji, Sabtu (17/1/2026).
Menurutnya, minggu pertama pelatihan merupakan batu uji awal untuk membentuk kebiasaan baru, mulai dari disiplin waktu, kebugaran fisik, hingga sikap melayani. “Habitus baru harus dibangun. Kebiasaan yang diulang akan menjadi kedisiplinan, dan kedisiplinan akan membentuk karakter,” ujar Dahnil.
Ia menargetkan agar hingga minggu kedua dan ketiga pelatihan, peserta mengalami perubahan nyata dalam cara berpikir dan bertindak sebagai petugas haji. Ia berharap, setelah pelatihan selesai, tidak ada lagi petugas haji yang abai terhadap kesehatan, datang terlambat, atau tidak menjaga kebugaran.
Menurutnya, amanah petugas haji sangat besar karena menyangkut pelayanan ibadah umat. Oleh karena itu, kesiapan fisik dan mental menjadi keharusan.
“Kita ingin memberikan yang terbaik untuk jamaah, untuk negara, dan untuk amanah dari Allah. Semua itu dimulai dari memperbaiki diri sendiri,” tegasnya.
Politikus Partai Gerindra itu juga menyampaikan bahwa kegembiraan menjadi unsur penting dalam pelayanan. Petugas yang gembira akan lebih ikhlas dan empatik dalam melayani jamaah. Wamenhaj Dahnil menilai pelatihan PPIH 2026 berhasil menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab sejak awal.
“Petugas yang disiplin, kompak, dan gembira akan mampu menjalankan tugas berat di Tanah Suci dengan lebih baik,” katanya. Ia pun berharap hasil pelatihan ini menjadi fondasi kuat bagi suksesnya penyelenggaraan haji tahun 2026.










