Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Waspada! Di Balik Game Online Ada Judi Online

2023/06/13
in Artikel
0
Ardito mengatakan, “Games online bisa menjadi awal seseorang itu bermain judi daring.” Foto: LINES.

Ardito mengatakan, “Games online bisa menjadi awal seseorang itu bermain judi daring.” Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (13/6). Perjudian secara online semakin memprihatinkan. Mereka tidak hanya menyasar orang dewasa, namun anak-anak juga menjadi segmen mereka, dengan memperkenalkan game online atau gim daring.

Hal tersebut ditegaskan Ketua DPP LDII Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Ardito Bhinadi, “Games online bisa menjadi awal seseorang itu bermain judi daring,” tutur Ardito.

“Saat ini anak-anak menggemari permainan yang bisa berinteraksi dengan lawan mainnya dan menyelesaikan misi bersama. Ketika mereka menyelesaikan misi lalu mendapatkan skor. Dalam perkembangannya skor itu bisa ditukar menjadi poin dan kemudian bisa menjadi uang,” ujarnya.

Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta itu mengatakan, mereka tidak merasa dirinya mengalami ketergantungan pada games tersebut. Semakin tinggi levelnya, semakin sering mereka isi ulang voucher permainan tersebut.

“Yang berbahaya adalah ini sudah merambah ke perjudian, karena telah memenuhi tiga unsur judi antara lain ada harta yang dipertaruhkan, ada permainan yang menentukan kalah dan menang, serta harta yang kalah diambil oleh yang menang,” ungkapnya.

“Mereka ketagihan, karena sudah seperti orang memakai zat adiktif yang menyebabkan seseorang ketergantungan, setelah ketergantungan dan sedang tidak punya uang untuk top up kembali maka larinya ke pinjol,” ujar penulis buku Muamalah Syar’iyyah Hidup Barokah itu.

Dunia pendidikan dan orangtua mempunyai peran vital dalam memberantas judi online ini. Edukasi tentang literasi digital tentang bahayanya judi online, berita hoax, pinjol dan lain sebagainya harus benar-benar tersosialisasikan dengan baik.

“Untuk itu, LDII selalu berupaya meliterasi generasi mudanya melalui literasi ekonomi dan keuangan digital. Melalui literasi digital ini diharapkan mereka mempunyai pengetahuan, baik dari sisi agama, moral maupun teknis. Sehingga mereka tidak mudah terjebak dalam perjudian,” tutupnya.

Efek buruk dari judi daring adalah terciptanya ketergantungan dan sulit lepas dari lingkaran judi. Mereka terus kembali berjudi meskipun kalah dan berbuat apa saja agar bisa kembali bermain judi.

Bahkan, penjudi daring juga dapat menjadi korban pencurian data yang diserahkan saat mendaftar judi daring yang berisiko dijual dan disebarluaskan.

Ilustrasi: unsplash/michaelparzuchowski.

Menurut Ketua DPP LDII Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga Siti Nurannisa Parama Bekti menyebut maraknya judi online memunculkan ketertarikan sebagian orang untuk mencoba, dan tidak sedikit yang berakhir pada kecanduan. Hal itu terjadi karena penggunanya tidak bisa mengontrol dorongan yang tak tertahankan atau kompulsif dan menjadi lepas kendali.

Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi seseorang dalam melakukan judi online di antaranya kebutuhan finansial, kondisi internal diri yang terkait dengan kecanduan, dan kerja otak yang mempengaruhi perilaku.

“Kondisi tersebut terjadi karena kemampuan kontrol diri yang rendah, keinginan mencari tantangan untuk memicu adrenalin tinggi atau mencari rasa pleasure effect atau sensasi puas saat menang judi, menyukai kesenangan yang spontan dan keinginan untuk memiliki,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Dosen Universitas Tarumanegara itu menyatakan secara eksternal dapat dipengaruhi oleh lingkungan yang kurang melatih batasan dan aturan, atau dukungan sosial yang rendah. Seseorang yang kecanduan akan melakukan lebih banyak perilaku dan berulang terus menerus untuk mendapatkan kesenangan yang sama.

“Langkah preventif yang dapat dilakukan adalah melalui pola asuh dan pendidikan sedini mungkin. Pendidikan yang memberikan pengetahuan tentang internal diri manusia di antaranya kesadaran diri, mengenal kebutuhan diri, penghargaan, rasa aman, kemandirian kognitif dan emosi, sehingga seseorang memiliki kemampuan untuk mengelola dan meregulasi dirinya dalam menghadapi berbagai situasi,” ujarnya.

Secara eksternal lingkungan bisa melatih tentang penggunaan perangkat untuk kegiatan produktif serta membangun batasan, membuat aturan kolaboratif, mengarahkan pengembangan bakat minat, serta edukasi tentang judi online.

Strategi edukasi perlu dilakukan secara holistik, tidak hanya pada tataran pengetahuan atau kognitif, namun juga pada ranah afeksi. Judi berkaitan dengan perilaku tentang moral.

“Jika proses edukasi sudah dilakukan, namun tetap belum berhasil, salah satunya bisa disebabkan karena ranah afeksi yang berfungsi untuk mengenal nilai-nilai kurang dikembangkan. Akibatnya perilaku yang muncul tidak dibimbing dari nilai-nilai moral tersebut,” tegasnya.

Langkah lainnya yaitu memperkuat sistem sosial lingkungan masyarakat, saling bekerjasama menumbuhkan nilai-nilai moral dilingkungan masing-masing. “Mencegah diri sendiri, saling melindungi bersama, untuk keamanan semua,” tutupnya.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Soedradjat on Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda
  • Manzardi on LDII Jambi Silaturahim dengan Gubernur Dukung Penguatan Sinergi Ulama dan Pemerintah
  • Dani Jumeri on Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda
  • Suraji on Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda
  • Agung Pambudi on Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Taqobalallohu Minna wa Minkum

Taqobalallohu Minna wa Minkum

September 9, 2010
Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

March 26, 2026
Hadiri Sidang Isbat, DPP LDII Apresiasi Peran Tim Rukyatul Hilal

Hadiri Sidang Isbat, DPP LDII Apresiasi Peran Tim Rukyatul Hilal

March 20, 2026
Akhlak Dalam Berbicara dan Bersikap, Sama Pentingnya dengan Sedekah Materi

Akhlak Dalam Berbicara dan Bersikap, Sama Pentingnya dengan Sedekah Materi

March 25, 2026
Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

4
Akhlak Dalam Berbicara dan Bersikap, Sama Pentingnya dengan Sedekah Materi

Akhlak Dalam Berbicara dan Bersikap, Sama Pentingnya dengan Sedekah Materi

2
LDII Jambi Silaturahim dengan Gubernur Dukung Penguatan Sinergi Ulama dan Pemerintah

LDII Jambi Silaturahim dengan Gubernur Dukung Penguatan Sinergi Ulama dan Pemerintah

1
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

1
Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda

March 26, 2026
Kala Salat dan Sabar Jadi Solusi Hidup

Kala Salat dan Sabar Jadi Solusi Hidup

March 25, 2026
Selalu Bersyukur Agar Hati Tetap Bahagia

Selalu Bersyukur Agar Hati Tetap Bahagia

March 25, 2026
LDII Rokan Hulu Silaturahim dengan FKUB Diskusikan Penguatan Keharmonisan Umat

LDII Rokan Hulu Silaturahim dengan FKUB Diskusikan Penguatan Keharmonisan Umat

March 25, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Ketua Umum DPP LDII: Ramadan Perkuat Moderasi Beragama dan Peran Generasi Muda March 26, 2026
  • Kala Salat dan Sabar Jadi Solusi Hidup March 25, 2026
  • Selalu Bersyukur Agar Hati Tetap Bahagia March 25, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.