Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Mukernas Ulama Al Quran: Usaha Menjaga Kemurnian Al Quran

2011/07/08
in Nasional
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Senggigi_ Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Al-Qur`an dihadiri tidak kurang dari 110 ulama tafsir, akademisi dan pemerhati kajian tafsir dan ilmu Al-Qur`an dari 27 Provinsi, peneliti, kalangan perguruan tinggi, hingga pakar sains dari LIPI, Lapan, dan Bosscha. Mukernas dilaksanakan di Hotel Jayakarta Senggigi Lombok Barat selama 3 hari dari 21 sampai 23 Juni 2011.

Mukernas dibuka oleh Gubernur NTB yang juga doktor tafsir Al-Qur`an TGH DR Zainul Majdi,MA. Dalam sambutannya ia mengatakan kehadiran para ulama di NTB bisa memberikan barokah bagi NTB. Begitu juga dengan apa yang dihasilkan mukernas. Menurutnya, ulama memiliki peran yang sangat besar di tengah masyarakat. Dan sudah menjadi tugas para ulama untuk mengkaji dan menyampaikan pemahaman terhadap Al-Qur`an. Gubernur berharap dalam tafsir Al-Qur`an juga dikedepankan tema-tema yang berkaitan erat dengan relasi sosial. Apa yang selama ini masih gamang bagi sebagian orang harus ada penyampaian secara lugas yang bersumber dari Al-Qur`an. Sehingga dampak yang timbul dari kegamangan ini bisa diminimalisasi. Apalagi dewasa ini banyak paham yang muncul di tengah masyarakat, baik itu dari dalam maupun dari luar NTB. ini sebagai tanda semakin terbukanya mobilitas masyarakat NTB. Mobilitas tidak cuma kunjungan turis, tapi mobilitas pemahaman Qur`an berkembang juga di NTB.

Ia juga mengatakan banyak masalah yang sebenarnya bisa cepat diselesaikan, tetapi karena diambangkan maka akhirnya menjadi masalah yag berlarut-larut hingga turun temurun. Misalnya masalah Ahmadiyah yang sampai saat ini masih terjadi di NTB. Dikatakannya, penyelesaian masalah Ahmadiyah di NTB menggunakan cara-cara yang mungkin berbeda dengan daerah-daerah lain, seperti Jawa Barat, Banten dan daerah lainya.

Muker yang diselenggarakan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an Badan Litbang dan Diklat Kementerian agama RI merupakan kegiatan rutin tahunan yang kali ini memilih NTB sebagai tempat pelaksanaan Muker. Tema yang diusung yakni, “Meningkatkan Kualitas Kehidupan Beragama melalui Pemahaman yang Moderat dan Komprehensif terhadap Al-Qur`an.”

Pelihara Kemurnian Al-Qur`an

Usaha pemeliharaan kesucian dan kemurnian Al-Qur`an merupakan kewajiban seluruh umat Islam di seluruh dunia, baik secara individu maupun kolektif. Demikian disampaikan Menteri Agama (Menag) RI Suryadharma Ali dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dan Diklat Kementerian Agama Prof Dr Abdul Djamil.

Menag menjelaskan, tugas berat pemeliharaan Al-Qur`an sesungguhnya ada di pundak ulama Al-Qur`an. Namun demikian, setiap individu Muslim juga berkewajiban memeliharanya, termasuk lembaga yang memiliki kompetensi Al-Qur`an.

“Khususnya lembaga seperti Kemenag dalam hal ini Laj nah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an yang di dalamnya berkhidmat dan memiliki kemampuan dalam bidang tahfidz, rasm, tanda baca, terjemah, tafsir, maupun ilmu Al-Qur`an lainnya,” ujar Menag.

Menag menjelaskan, di Indonesia lembaga yang diberi wewenang menangani kemurnian Al-Qur`an adalah Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an, Balitbang dan Diklat Kemenag RI. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Agama No 3/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an. Menag menyebutkan, selama 50 tahun lebih sejak 1957 lembaga ini telah ada, tetapi belum menjadi satuan kerja tersendiri, meskipun sudah melakukan tugas-tugas penting dalam pemeliharaan Al-Qur`an.

Karena itu, Menag berharap, forum Mukernas Ulama Al-Qur`an ini bisa mengembangkan kemampuan umat pada keikutsertaannya dalam memelihara Al-Qur`an. “Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena tujuannya adalah memelihara kemurnian Al-Qur`an dan meningkatkan pemahaman umat pada kitab sucinya.”

Apalagi, jelasnya, persoalan agama bukan hanya otentisitas atau kemurnian teks-teks keagamaan semata, tetapi juga pada pemahaman yang baik dan benar. Sebab, Al-Qur`an yang merupakan wahyu Allah dan di sebut sebagai Hamilun lil awjuh mengandung kemungkinan ragam interpretasi yang dimungkinkan kebenarannya selama berpegang pada prinsip-prinsip kebahasaan dan syariat Islam.

Sementara itu Panitia Penyelenggara Mukernas Ulama Al-Qur`an Mukhlis Hanafi mengatakan Tujuan dari Mukernas ini diantaranya untuk menghimpun saran dan masukan dari para ulama ahli Al-Qur`an dan para pakar guna perbaikan dan penyempurnaan Tafsir Tematik, 13 seri buku, yang diterbitkan Lajnah Penashihan Mushaf Al-Qur`an sejak 2008 sampai 2010; kedua, membahas persoalan aktual yang terkait dengan terjemah dan tafsir Al-Qur`an serta menjaring beberapa tema pokok seputar Kajian Al-Qur`an Kontemporer sesuai dengan dinamika yang berkembang dilingkungan masyarakat yang akan direkomendasikan sebagai bahan kajian di masa mendatang.

Mukernas Ulama Al-Qur`an juga mengagendakan dua hal, yakni Pembahasan Aserial Tafsir Tematik dan Tafsir Ilmi Kementerian Agama, dan Diskusi ke-Al-Qur`an-an dan persoalan aktual yang terbagi dalam tiga kali sidang. Demikian Mukhlis Hanafi.
http://www.blogger.com/img/blank.gif
Pada Kesempatan ini Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag RI Prof Dr Abdul Djamil mewakili Menag menyerahkan buku Serial Tafsir Ilmi kepada Gubernur NTB.(utt/Ts/Mni-lp)

sumber: http://www.ldii-sidoarjo.org/2011/07/mukernas-ulama-al-quran-usaha-menjaga.html#more

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Renungan Hari 25
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 25
  • rukmini on Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
  • Erna Yuliaty on Santunan Anak Yatim DPP LDII Dukung Kampung Pancasila di Surabaya
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 24
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

25
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

3
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.