Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Menghadapi Tantrum Anak, Orang Tua Harus Tetap Tenang dan Tidak Tersulut Emosi

2025/07/02
in Artikel, Nasehat
0
Pengurus DPP LDII Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP), Nana Maznah. Foto: LINES

Pengurus DPP LDII Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP), Nana Maznah. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (2/7). Ledakan emosi atau tantrum kerap menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama yang memiliki anak usia prasekolah. Fenomena ini umum terjadi pada anak usia 2 hingga 4 tahun, ditandai dengan perilaku agresif seperti menangis kencang, berteriak, hingga memukul atau melempar barang.

“Tantrum itu bagian dari proses tumbuh kembang anak, bukan sesuatu yang harus langsung dianggap sebagai masalah besar,” ujar Pengurus DPP LDII Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP), Nana Maznah di Channel Youtube resmi Sahabat Keluarga pada Rabu, 24 Juli 2019.

Menurut Nana, perilaku tantrum biasanya muncul karena keinginan anak yang tidak dipenuhi. Anak yang belum mampu mengungkapkan perasaan atau keinginannya secara jelas, sering kali melampiaskannya lewat tangisan atau kemarahan. “Bahasa anak-anak itu masih terbatas, jadi mereka bereaksi dengan cara yang paling sederhana: menangis atau marah,” ujarnya.

Selain faktor komunikasi, keinginan anak untuk mencoba hal-hal baru, seperti makan atau minum sendiri, juga kerap memicu tantrum. Terlebih bila keinginan itu terhalang atau tidak diizinkan. Pola asuh orang tua yang terbiasa selalu menuruti semua permintaan anak juga bisa membuat mereka tidak siap menghadapi penolakan.

“Kadang tantrum muncul dari hal-hal sederhana, seperti anak lapar, lelah, bosan, atau bahkan merasa tidak aman di lingkungan sekitar,” ujar Nana.

Menghadapi situasi ini, orang tua diminta untuk tidak mudah terpancing emosi. Tetap tenang menjadi kunci utama saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda tantrum, seperti suara yang meninggi atau rengekan. “Kalau sudah muncul tanda-tanda itu, ajak anak bicara, negosiasi. Jangan tunggu sampai mereka meledak dulu,” katanya.

Memberikan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan emosi juga penting. Salah satunya dengan mengajak anak duduk, membantu mereka mengenal perasaan sendiri, dan mengajarkan cara mengelola emosi. Orang tua juga diingatkan untuk tidak menggunakan cara menghakimi, melainkan berdialog dengan tenang namun tegas.

“Orang tua harus pegang kendali emosi. Kalau kita ikut marah, situasi makin tidak terkendali,” ujarnya.

Satu hal yang tak kalah penting, orang tua diingatkan untuk tidak menyogok anak agar segera berhenti tantrum. Cara seperti itu justru memberi sinyal ke anak bahwa tantrum adalah senjata ampuh untuk mendapatkan sesuatu. Sebaliknya, terapkan konsekuensi yang sudah disepakati bersama.

“Awasi juga supaya tantrum mereka tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain. Tantrum bukanlah kondisi berbahaya. Seiring bertambahnya usia dan kemampuan anak dalam berkomunikasi, perilaku ini akan berkurang dengan sendirinya. Ini cuma fase. Yang penting, orang tua jadi contoh dalam mengelola emosi,” ujarnya.

Nana menegaskan, menghadapi tantrum adalah ujian kesabaran orang tua, “Dengan pendekatan penuh cinta dan pengertian, anak akan belajar mengelola emosinya dengan cara yang lebih sehat,” pungkasnya.


Sumber: https://youtu.be/TWkqWfton48?si=jMXYqVDMhLpdomEm

Tags: Menghadapi Tantrum AnakNana MaznahOrang Tua TenangTidak Tersulut Emosi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia
  • Al Hilal on DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia
  • Isnanto on DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia
  • Dedi Century Kenya on Renungan Hari 14
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 13
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

Taufik Abdul Karim, Pelari yang Menang Tanpa Melihat

February 24, 2026
Ponpes Wali Barokah Gelar “Asrama Al Quran in English” Selama Ramadan, Hadirkan Guru Tamu dari Australia

Ponpes Wali Barokah Gelar “Asrama Al Quran in English” Selama Ramadan, Hadirkan Guru Tamu dari Australia

March 1, 2026
takjil dpp

Berbagi Takjil Saat Ramadan, DPP LDII Tingkatkan Kepedulian Sosial Generasi Muda

February 26, 2026
LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

LDII Temon Siapkan Pembangunan Kamar Tamu Antisipasi Ramainya Bandara YIA

February 24, 2026
DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

3
Renungan Hari 8

Renungan Hari 8

3
Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

Perkuat Akhlakul Karimah, Ribuan Generus Ikuti Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri

3
Renungan Hari 10

Renungan Hari 10

2
Wujudkan Kenyamanan Ibadah Ramadan, LDII Sumsel Gotong Royong Bersihkan Tempat Ibadah

Wujudkan Kenyamanan Ibadah Ramadan, LDII Sumsel Gotong Royong Bersihkan Tempat Ibadah

March 4, 2026
Hadiri Safari Ramadan Bupati, LDII Dukung Program Lamsel Berantas Transaksi Ilegal

Hadiri Safari Ramadan Bupati, LDII Dukung Program Lamsel Berantas Transaksi Ilegal

March 4, 2026
Tausiyah di LDII, MUI Maluku Ajak Umat Sambut Ramadan dengan Hati Bersih

Tausiyah di LDII, MUI Maluku Ajak Umat Sambut Ramadan dengan Hati Bersih

March 4, 2026
LDII Aceh Tengah Silaturahim dengan Kejari dan Kodim Dukung Wujudkan Stabilitas Kamtibmas

LDII Aceh Tengah Silaturahim dengan Kejari dan Kodim Dukung Wujudkan Stabilitas Kamtibmas

March 4, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Wujudkan Kenyamanan Ibadah Ramadan, LDII Sumsel Gotong Royong Bersihkan Tempat Ibadah March 4, 2026
  • Hadiri Safari Ramadan Bupati, LDII Dukung Program Lamsel Berantas Transaksi Ilegal March 4, 2026
  • Tausiyah di LDII, MUI Maluku Ajak Umat Sambut Ramadan dengan Hati Bersih March 4, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Rapimnas LDII 2026
    • Ramadan 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.