Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

L a p a r

2025/09/15
in Nasehat
2
Ilustrasi: Pinterest.

Ilustrasi: Pinterest.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan

Ada rasa takjub sekaligus getir ketika menyadari perjalanan waktu. Rasanya baru kemarin saya berdiri di pelaminan, berjanji pada diri dan pasangan untuk membangun rumah tangga dengan segenap cinta dan kesetiaan. Namun ternyata, sudah tiga puluh satu tahun berlalu. Waktu melaju tanpa kompromi, dan tubuh pun meninggalkan jejaknya. Bobot badan yang dulu 63 kilogram saat menikah, kini bertambah menjadi 73 kilogram. Sepuluh kilogram tambahan yang terasa cukup signifikan.

Jika ditimbang menurut hitungan BMI (Body Mass Index), posisi tubuh ini sudah mulai menyeberang ke kategori overweight. Walaupun istri saya dengan penuh penghiburan selalu berkata, “Masih kurus kok, masih pantas kalau mau gemuk lagi.” Namun, di hati kecil saya menyimpan obsesi: ingin kembali pada bobot ideal, setidaknya 70 kilogram, bahkan kurang kalau memungkinkan.

Secara keseluruhan, dengan banyak mengucapkan puji syukur alhamdulillah, kesehatan masih tergolong baik. Tidak ada keluhan berarti, hanya kolesterol yang perlu dikendalikan. Selalu dinamis, naik – turun. Walau banyak naiknya sepertinya. Pola makan, tentu saja, mesti lebih diperhatikan, diiringi olah raga yang cukup. Namun yang selalu mengusik hati adalah pertanyaan ini: mengapa di usia kepala lima, saya masih sering dijajah oleh nafsu makan yang tak kunjung jinak? Nafsu yang meledak ketika melihat sajian, apalagi jika gratis, seakan tiada batas. Hajar…! Dan rumus kala mahasiwa masih berakar; makanan itu hanya ada dua jenis; enak dan enak sekali. Jadilah seperti ini.

Dalam refleksi panjang dan mendalam, saya merasa dipermalukan oleh tubuh sendiri. Perut yang terus membuncit, nafsu makan yang sulit dibatasi, dan tubuh yang makin melar-melebar, dengan penyusutan otot (kendor) yang terus terjadi adalah pengingat yang tak menyenangkan. Di satu sisi, semua yang saya makan insya Allah halal adanya. Tetapi di sisi lain, saya sadar bahwa halal bukan berarti tanpa batas. Allah jelas-jelas dengan tegas mengingatkan dengan berfirman:

وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ

“Makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf: 31)

Walau tidak ada batas yang jelas dan pasti dalam hal ini, tetapi saya membatasi dengan pasti bahwa kelebihan asupan, salah satu yang membuat kegemukan terjadi. Nabi Muhammad ﷺ bahkan telah memberi panduan sederhana nan bersahaja, dengan makna sempurna di dalamnya.

عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ:«مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، حَسْبُ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ»

Dari Miqdam bin Ma’dikarib, dia berkata; aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: _“Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya. Jika ia harus melakukannya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernafas.”_ (HR. At-Tirmidzi)

Namun kenyataannya, sering kali saya melampaui batas itu. Sudah bersendawa, tanda udara di perut perlu ruang lebih lega, tapi tangan masih saja menyuapkan makanan dan mengalirkan minuman. Hasilnya jelas: rasa penuh yang membuat gerak melambat, berlanjut timbul rasa malas dan kadang disertai sembelit karena salah perlakuannya. Kurang minum, kelebihan bahan makanan, ruang udara terhimpit.

وَقَدْ رُوِيَ أَنَّ إِبْلِيسَ تَمَثَّلَ لِيَحْيَى بْنِ زَكَرِيَّا عَلَيْهِمَا السَّلَامُ، وَمَعَهُ شِبَاكٌ وَعَلَى رَأْسِهِ مِخَالَبُ.فَقَالَ لَهُ يَحْيَى: يَا عَدُوَّ اللَّهِ، مَا هَذَا؟ قَالَ: هَذِهِ الشَّهَوَاتُ أَصِيدُ بِهَا بَنِي آدَمَ.قَالَ: فَهَلْ يَقَعُ فِي شَيْءٍ مِنْهَا؟ قَالَ: لَا، غَيْرَ أَنِّي أَكَلْتَ لَيْلَةً أَكْلَةً فَثَقُلْتَ عَنْ قِيَامِ اللَّيْلِ، فَنَحْنُ نَفْرَحُ مِنَ الْمُؤْمِنِ بِمِثْلِ هَذَا.فَقَالَ يَحْيَى: إِذَنْ لَا آكُلُ حَتَّى أَشْبَعَ أَبَدًا.

Ada sebuah kisah dari Nabi Yahya AS. Beliau berjumpa dengan iblis yang membawa alat pancing. “Untuk apa alat pancing itu?” tanya Yahya. Iblis menjawab, “Inilah syahwat yang aku gunakan untuk mengail anak Adam.” Yahya bertanya lagi, “Adakah padaku yang bisa kau kail?” Iblis menjawab, “Tidak ada, hanya saja pada suatu malam engkau makan agak kenyang, hingga kami bisa menggaetmu, membuat berat untuk shalat.” Mendengar itu, Yahya AS bertekad, “Jika begitu, aku tidak akan pernah kekenyangan lagi seumur hidupku.” (Ibnul Jauzi, Talbis Iblis)

Kisah ini menyentak. Betapa ternyata sekadar kenyang bisa menjadi celah yang memudahkan iblis menyusupkan godaannya. Kenyang membuat tubuh berat bergerak, malas beribadah, bahkan terpuruk dalam bangun malam. Tidak kekenyangan saja sering lalai, apalagi kekenyangan? Itu sudah cukup menjadi alasan mengapa para salaf lebih memilih lapar daripada kenyang. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengutip ucapan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA:

وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: مَا شَبِعْتُ مُنْذُ أَسْلَمْتُ، لِأَنِّي أُحِبُّ أَنْ أَجِدَ جَوْعًا، وَأُحِبُّ أَنْ أَجِدَ عَطَشًا.

“Sejak aku memeluk Islam, aku tidak pernah mengenyangkan perutku karena ingin merasakan manisnya ibadah. Dan aku tidak pernah kenyang minum, karena sangat rinduku kepada Ilahi.”

Ucapan ini menggambarkan bahwa lapar bukanlah sekadar kondisi fisik, tetapi sebuah strategi ruhani untuk menjaga kejernihan hati. Mengoptimalkan potensi diri dalam beribadah kepada Ilahi.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ الْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ وَالْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ ‏”‏ ‏.‏

Dari Ibnu Umar dari Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda: “Orang kafir makan dalam tujuh perut, sedangkan orang mukmin makan dalam satu perut.” (HR. Muslim No. 3839)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَجُلاً، كَانَ يَأْكُلُ أَكْلاً كَثِيرًا، فَأَسْلَمَ فَكَانَ يَأْكُلُ أَكْلاً قَلِيلاً، فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏ “‏ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ، وَالْكَافِرَ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ ‏”

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah RA, disebutkan ada seorang laki-laki yang dulu banyak makan, lalu setelah masuk Islam, makannya menjadi sedikit. Ketika hal ini diceritakan kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: “Seorang mukmin makan untuk satu perut, sedangkan orang kafir makan untuk tujuh perut.” (HR. Bukhari)

Hadis ini bukan semata-mata perbandingan fisik, tetapi simbolik. Iman membuat seseorang mampu mengendalikan syahwatnya, termasuk urusan perut. Sebaliknya, kekafiran menjadikan perut tak pernah puas, selalu meminta lebih dan lebih.

Pada akhirnya, masalah makan bukan sekadar urusan kesehatan tubuh, tetapi juga urusan jiwa. Nafsu makan yang tak terkendali adalah gambaran dari nafsu diri yang tak terdidik. Kekenyangan membuat hati tumpul, otak tertidur, dan tubuh malas bergerak. Dari sanalah lahir penyakit lahir maupun batin. Maka, mengendalikan makan adalah bagian dari gerakan menyayangi diri. Menyuguhkan kepada tubuh hanya apa yang ia butuhkan, bukan semua yang diinginkan. Memberi hak tubuh secukupnya, agar ia bisa berfungsi dengan baik, bukan memberatkan.

Hari-hari ini, tekad itu semakin menguat: belajar mencintai diri sendiri dengan sederhana. Tidak lagi menyerahkan kendali pada perut, tetapi mengembalikannya pada akal dan iman. Makan secukupnya, minum seperlunya, dan memberi ruang napas yang lega bagi tubuh. Bukan berarti lapar terus-menerus, bukan pula menyiksa diri. Tetapi melatih keseimbangan. Sebab di balik tubuh yang sehat, ada kesempatan untuk beribadah dengan sempurna. Di balik rasa lapar, ada manisnya doa yang khusyuk. Dan di balik sederhana dalam makan, ada ketenangan jiwa yang tak bisa dibeli dengan kemewahan hidangan.

Kini, setiap suapan adalah latihan. Setiap sendawa adalah peringatan. Dan setiap rasa kenyang adalah pengingat agar berhenti sebelum terlambat. Karena sejatinya, hidup bukan untuk menuruti perut, melainkan untuk memuliakan diri, agar bisa kembali kepada-Nya dalam keadaan ringan, sehat, dan penuh amal.

Tags: KenyangLaparnasehatPengingatPeringatan

Comments 2

  1. Fauzi Achmadi says:
    1 year ago

    Ini filosofi hidup dari sisi makan ya…belum ada penjelasan konsep seperti sebelumnya yang kami dengar…ajkh atas pencerahannya

    Reply
  2. Dharmajaya says:
    1 year ago

    Ajzkh. Selalu diuji hingga ahir hayat. Aamiin

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Masadi on Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air
  • Masadi on Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air
  • Bambang on Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air
  • djuwarno on LDII Helat Pelatihan di Mimika, Ajak Generasi Muda Bijak Medsos dan Aktif Publikasikan Kegiatan
  • Nanang Naswito on Kabut Asap Menyelimuti Palembang, Warga LDII Gelar Salat Istisqa
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air

3
LDII Ingatkan Bahaya Pemberontakan Gaya Baru Melalui Disinformasi Digital

LDII Ingatkan Bahaya Pemberontakan Gaya Baru Melalui Disinformasi Digital

2
Tutup Pelatihan Jurnalistik, DPP LDII Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi Media Digital

Tutup Pelatihan Jurnalistik, DPP LDII Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi Media Digital

2
LDII Helat Pelatihan di Mimika, Ajak Generasi Muda Bijak Medsos dan Aktif Publikasikan Kegiatan

LDII Helat Pelatihan di Mimika, Ajak Generasi Muda Bijak Medsos dan Aktif Publikasikan Kegiatan

3
LDII Kaltim Hadiri Penentuan Arah Kiblat Musala Riyadul Jannah di Paser

LDII Kaltim Hadiri Penentuan Arah Kiblat Musala Riyadul Jannah di Paser

October 4, 2026
Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air

October 4, 2026
Ponpes Sumber Barokah Ikuti Salat Istisqa di Halaman Pemkab Karawang

Ponpes Sumber Barokah Ikuti Salat Istisqa di Halaman Pemkab Karawang

October 4, 2026
LDII Hadiri Subuh Bersama MUI Johar Baru, Perkuat Sinergi Unsur Masyarakat

LDII Hadiri Subuh Bersama MUI Johar Baru, Perkuat Sinergi Unsur Masyarakat

October 4, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Kaltim Hadiri Penentuan Arah Kiblat Musala Riyadul Jannah di Paser October 4, 2026
  • Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air October 4, 2026
  • Ponpes Sumber Barokah Ikuti Salat Istisqa di Halaman Pemkab Karawang October 4, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.