Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Api Dingin

2025/12/01
in Nasehat
1
Ilustrasi: AI Generated-LINES.

Ilustrasi: AI Generated-LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

(Kisah Nabi Ibrahim dan Keberanian Tauhid)

Salah satu cerita nabi yang paling membekas indah dalam benak saya adalah kisah Nabi Ibrahim. Ia mengalahkan kisah cerita yang lain. Bukan tanpa sebab. Masalahnya, itu cerita kenabian pertama yang saya dengar. Kala SD. Naratornya Pak Salamun, namanya. Guru agama dadakan. Karena kelangkaan. Sudah bertahun-tahun tanpa guru agama. Jadilah ia bintangnya. Mengisi dahaga yang telah lama.

Cerita dibawakan dengan ringan. Sebelum jam pulang sekolah. Begitu bercerita, semua anak terdiam. Bengong, mendengarkan dengan khusyuk. Hal baru yang begitu indah. Menggugah. Gaya ceritanya asik. Intonasinya masuk. Suasanya mendukung. Pokoknya pas segalanya. Hasilnya, membekas dalam. Mendarah-daging. Heroik. Indah di mana-mana. Laksana box office. Bayangan yang wah; sempurna.

Tempatnya di tanah Babilonia. Kami belum tahu di mana itu? Biarlah. Berdirilah kerajaan besar. Namrud rajanya. Dipenuhi patung-patung berhala, tempat manusia menundukkan kepala kepada benda yang tak dapat mendengar maupun berbicara. Di sanalah lahir seorang anak bernama Ibrahim. Anak pembuat patung berhala. Azar namanya. Sejak kecil hatinya dipenuhi tanya. Ia melihat manusia menyembah batu dan kayu, sementara langit dan bumi tunduk kepada hukum yang lebih tinggi.

Di malam hari, ia menatap bintang lalu berkata, “Inikah Tuhanku?” Namun bintang itu tenggelam. Ia memandang bulan, lalu matahari, tapi semua berganti dan redup. Timbul-tenggelam. Hingga akhirnya ia berkata sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an:

اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۚ

“Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. Al-An‘am: 79)

Tatkala pemuda Ibrahim tumbuh, ia melihat kaumnya larut dalam penyembahan berhala. Suatu hari, saat penduduk kota keluar untuk merayakan pesta tahunan, ia masuk ke kuil mereka. Ia pandangi patung-patung besar itu — benda bisu yang dihiasi emas dan perhiasan — lalu ia hancurkan semuanya kecuali yang paling besar. Diletakkannya kapak di leher berhala terbesar itu. Tatkala kaum itu kembali dan marah, mereka bertanya: “Siapa yang melakukan ini terhadap tuhan-tuhan kami?”

Ibrahim menjawab dengan sindiran yang tajam, “Patung besar itu, tanyakan saja padanya jika ia dapat berbicara.”

Jawaban itu menampar kesadaran mereka. Dalam sekejap, mereka sadar bahwa patung-patung itu memang tidak berdaya. Namun kesombongan dan gengsi menutupi nurani mereka. Lalu mereka bersekongkol untuk menghukum Ibrahim. “Bakar dia!” seru mereka, “dan tolonglah tuhan-tuhan kita, jika kamu benar-benar hendak menolongnya!”

Dikumpulkanlah kayu dari seluruh negeri, dinyalakan api yang begitu besar hingga burung pun tak berani terbang di atasnya. Dikatakan oleh Ibnu Katsir bahwa api itu begitu dahsyat hingga bumi bergetar dan panasnya terasa dari jauh. Ibrahim diikat dan dilempar ke tengah kobaran itu. Dan mereka mengejek, agar Tuhan Ibrahim menolongnya. Alhasil, perintah Allah pun turun:

قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ

Kami (Allah) berfirman, “Wahai api, jadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.” (QS. Al-Anbiya: 69)

Maka api yang memakan segala sesuatu itu menjadi sejuk bagi kekasih Allah. Tak ada yang terbakar kecuali tali yang mengikat tangannya. Imam Mujahid berkata, “Sekiranya Allah tidak berfirman ‘keselamatan’, niscaya api itu akan terlalu dingin hingga membinasakannya. ” Sementara Al-Hasan al-Bashri menuturkan, “Dingin api itu bukan karena alam, melainkan karena izin Tuhan yang menundukkan panas bagi kekasih-Nya.”

Peristiwa itu bukan sekadar mukjizat, tetapi pesan abadi tentang keteguhan tauhid. Nabi Ibrahim tidak hanya menghancurkan patung-patung dari batu, tetapi juga menumbangkan berhala dalam hati: rasa takut kepada manusia, kecintaan pada dunia, dan ketergantungan selain kepada Allah.

Dari kisah ini, para salaf mengambil pelajaran bahwa iman yang sejati menuntut keberanian untuk berbeda. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Setiap orang yang menegakkan tauhid pasti diuji sebagaimana Ibrahim diuji; api yang membakarnya bisa berupa celaan, tekanan, atau kesendirian di jalan kebenaran.”

Api dunia memang panas, tetapi lebih panas lagi bila hati terbakar oleh syirik dan kemunafikan. Dan sebagaimana Ibrahim, siapa pun yang tetap berpegang pada tauhid, niscaya Allah akan menjadikan setiap api ujian itu sejuk, dingin dan membawa keselamatan. Percayalah.

Tags: Api DinginNabi Ibrahimnasehat

Comments 1

  1. Dedi Century Kenya says:
    3 months ago

    Alhamdulillah jazakummullohu khoiron

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Abdul Rohman on Ibadah di Tengah Lelah
  • Surawan on Ponpes Minhaajurrosyidiin Gelar Ujian Hafalan Al Quran untuk Wujudkan Generasi Qurani
  • NAHROJI on Pesan Ketua NU di Ponpes Wali Barokah: Ramadan Melatih Kesabaran dalam Ketaatan
  • Ujang Bunyamin on Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM
  • Fauzi Achmadi on Renungan Hari 17
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ponpes Wali Barokah Gelar “Asrama Al Quran in English” Selama Ramadan, Hadirkan Guru Tamu dari Australia

Ponpes Wali Barokah Gelar “Asrama Al Quran in English” Selama Ramadan, Hadirkan Guru Tamu dari Australia

March 1, 2026
Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

March 6, 2026
DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

March 4, 2026
Dirbinmas Polda Metro Jaya Apresiasi LDII Dukung Kamtibmas Saat Ramadan

Dirbinmas Polda Metro Jaya Apresiasi LDII Dukung Kamtibmas Saat Ramadan

March 2, 2026
Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

Menko AHY Sebut LDII Harus Tingkatkan Peran dalam Pembangunan SDM

7
DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

DPP LDII Hadiri Buka Bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia

5
Ibadah di Tengah Lelah

Ibadah di Tengah Lelah

2
Ponpes Minhaajurrosyidiin Gelar Ujian Hafalan Al Quran untuk Wujudkan Generasi Qurani

Ponpes Minhaajurrosyidiin Gelar Ujian Hafalan Al Quran untuk Wujudkan Generasi Qurani

1
Pengurus LDII Hadiri Upacara HUT Kota Denpasar ke-238

Pengurus LDII Hadiri Upacara HUT Kota Denpasar ke-238

March 7, 2026
LDII Bali dan Perangkat Desa Renon Sinergi Hormati Tradisi Pujawali

LDII Bali dan Perangkat Desa Renon Sinergi Hormati Tradisi Pujawali

March 7, 2026
Ponpes Minhaajurrosyidiin Gelar Ujian Hafalan Al Quran untuk Wujudkan Generasi Qurani

Ponpes Minhaajurrosyidiin Gelar Ujian Hafalan Al Quran untuk Wujudkan Generasi Qurani

March 7, 2026
Pondok Wali Barokah Kokohkan Ukhuwah Lewat Santunan pada Bulan Ramadan 1447 H

Pondok Wali Barokah Kokohkan Ukhuwah Lewat Santunan pada Bulan Ramadan 1447 H

March 7, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Pengurus LDII Hadiri Upacara HUT Kota Denpasar ke-238 March 7, 2026
  • LDII Bali dan Perangkat Desa Renon Sinergi Hormati Tradisi Pujawali March 7, 2026
  • Ponpes Minhaajurrosyidiin Gelar Ujian Hafalan Al Quran untuk Wujudkan Generasi Qurani March 7, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.