Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Info Haji

Guru Besar UIN Jakarta Tekankan Kompetensi Psikologis untuk Petugas Haji

2026/01/20
in Info Haji
0
Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Prof. Abdul Mujib

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Abdul Mujib, menekankan pentingnya kompetensi psikologis yang harus dimiliki Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (19/1). Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Abdul Mujib, menekankan pentingnya kompetensi psikologis yang harus dimiliki Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pemateri pada Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH di Asrama Haji, Jakarta, Senin (19/1/2025).

Abdul Mujib menjelaskan, aspek psikologis kerap disalahartikan semata-mata sebagai penanganan gangguan kejiwaan. Padahal, dalam konteks pelayanan haji, psikologi memiliki peran luas, terutama dalam membentuk sikap profesional petugas.

“Psikologi itu bukan hanya bicara soal orang yang sakit secara mental, tetapi bagaimana mengelola diri, organisasi, dan pelayanan agar petugas mampu menjalankan amanah secara profesional, berkualitas, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu kunci utama profesionalisme petugas haji adalah sikap melayani. Ia menegaskan bahwa petugas harus menanamkan pola pikir sebagai pelayan jemaah, bukan sebaliknya.

“Yang paling penting adalah sikap dan perilaku. Petugas itu harus melayani, bukan dilayani. Kalau sejak awal sudah membawa pikiran tidak mau melayani, maka di lapangan pasti akan muncul persoalan,” tegasnya.

Abdul Mujib juga menyoroti peran petugas dalam menghadapi berbagai persoalan psikologis jemaah selama menjalankan ibadah haji. Perubahan lingkungan, perbedaan budaya, iklim, waktu, hingga kondisi sosial dinilai berpotensi menimbulkan stres pada jemaah.

“Pada dasarnya hampir semua jemaah akan menghadapi masalah, karena terjadi perubahan besar dalam hidupnya. Dari yang biasanya mandiri di rumah, kemudian harus hidup bersama, dengan budaya dan sistem yang berbeda,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa meski petugas haji bukan psikolog, setidaknya mereka perlu dibekali kemampuan dasar penanganan awal masalah psikologis. Kemampuan tersebut diperlukan untuk menenangkan jemaah yang mengalami stres atau tekanan emosional, serta menentukan langkah lanjutan jika membutuhkan bantuan tenaga ahli.

“Petugas perlu tahu cara menenangkan orang yang sedang stres atau tertekan. Kalau tidak bisa ditangani secara utuh, maka tugas petugas adalah mengarahkan jemaah tersebut ke ahlinya, baik psikolog maupun tenaga kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut, Abdul Mujib menekankan bahwa setiap jemaah memiliki karakter dan persoalan yang berbeda-beda, sehingga pendekatan psikologis tidak bisa disamaratakan. Petugas dituntut mampu mengenali prioritas masalah yang dialami jemaah agar penanganan dapat dilakukan secara efektif.

“Masalah psikologis itu sifatnya personal. Petugas perlu membantu jemaah memilah mana masalah yang paling berat dan perlu segera ditangani. Fokus pada masalah utama itu akan sangat membantu proses pendampingan,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pembekalan psikologis dalam Diklat PPIH, para petugas haji mampu menjalankan tugas dengan lebih empatik, profesional, dan siap menghadapi dinamika pelayanan jemaah di Tanah Suci.

Tags: Abdul MujibDiklat PPIH 2026Guru Besar UIN Jakartainfo hajiKompetensi Psikologis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Nanang Naswito on Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan
  • Nanang Naswito on Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita
  • Nanang Naswito on Berbagi Berkah, PC LDII Cimanggung Tebar Ratusan Takjil
  • Agus Yudianto on Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

Antisipasi Krisis di Timur Tengah, LDII Usulkan Empat Ketahanan Keluarga

March 12, 2026
Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

Menghadapi Tiga Ujian Kehidupan: Harta, Tahta, dan Wanita

March 13, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

27
Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

Pondok Pesantren Sumber Barokah Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

4
Renungan Hari 21

Renungan Hari 21

3
Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

Ulama LDII Isi Tausiah Tekankan Akhlak Sebagai Pondasi Kehidupan

3
Renungan Hari 25

Renungan Hari 25

March 15, 2026
Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram

March 14, 2026
Nasehat untuk Anak

Nasehat untuk Anak

March 14, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Renungan Hari 25 March 15, 2026
  • Bukan Tips dan bukan Trik: Tempat sholat yang Nyaman di Harram March 14, 2026
  • Nasehat untuk Anak March 14, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.