Jakarta (11/3). Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus akademisi Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta, Ahmad Ali MD resmi melansir buku terbarunya bertajuk “Sistem, Model, dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius, dari Sabang sampai Merauke”. Acara peluncuran dan bedah buku tersebut digelar di Sinabung Eight, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/3/2026).
Buku ini merupakan hasil kajian mendalam mengenai perilaku positif dan nilai-nilai moral yang diterapkan dalam lingkungan LDII. Melalui karya ini, ia membedah internalisasi nilai-nilai kebajikan, yang mampu membentuk karakter warga LDII yang selaras dengan tuntutan zaman tanpa meninggalkan akar religiusitas.
Acara yang diselenggarakan Penerbit Deepublish Yogyakarta ini menghadirkan para pakar pendidikan Islam sebagai penanggap, untuk menguji indikator “Profesional Religius” yang menjadi identitas warga LDII.
Dalam paparannya, Ahmad Ali mengungkapkan ketertarikannya meneliti LDII bermula dari dinamika negatif dan kontroversi yang ia dengar sejak tahun 2001. Hal tersebut mendorongnya melakukan penelitian langsung untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, “Manusia cenderung memusuhi apa yang tidak mereka ketahui. Prasangka negatif sering kali lahir dari ketidaktahuan. Sebagai orang NU yang awalnya tidak mengenal LDII, saya tidak ingin menjadi musuh bagi siapapun. Saya ingin menjadi kawan dengan cara memahami sistem mereka secara objektif,” ujar Ahmad Ali.
Ia mengatakan penelitian tersebut dilakukannya dari sudut pandang positif untuk memahami praktik keagamaan dan nilai moral yang berkembang di lingkungan LDII. Hasil riset itu kemudian melahirkan buku pertama mengenai nilai-nilai kebajikan dalam jamaah LDII. Salah satu temuan kunci dalam buku ini adalah bagaimana LDII berhasil mengimplementasikan sistem pendidikan yang seragam di seluruh Indonesia, mulai dari urusan kebersihan dan kesucian (Thoharoh), hingga penerapan 29 Karakter Luhur, sehingga terbitlah jilid kedua ini.
“Ternyata, rahasia di balik perilaku positif warga LDII yang saya tulis di buku pertama adalah sistem pendidikan yang diterapkan secara masif dari Sabang sampai Merauke. Mereka memiliki platform yang sama dalam membentuk karakter profesional religius,” tambah Ahmad Ali.

Bedah buku ini menghadirkan tiga pakar pendidikan sebagai pembedah untuk memberikan bobot akademis pada karya tersebut. Guru Besar PAI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, KH Dede Rosyada, mengapresiasi terbitnya buku dan model pendidikan yang dijalankan LDII. Menurutnya, LDII telah lebih dulu mempraktikkan penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Dalam buku jilid kedua ini dijelaskan bahwa pendidikan formal yang dikembangkan memiliki orientasi keterampilan sesuai dengan kondisi lokal, sehingga ketika siswa lulus mereka memiliki bekal kemampuan yang dapat digunakan dalam dunia kerja,” ujar KH Dede Rosyada.
Ia menilai langkah ini sejalan dengan semangat ‘Merdeka Belajar’ yang digagas pemerintah, yakni lulusan sekolah tidak hanya memiliki ijazah tetapi juga keahlian nyata. “Lebih dari itu, penguatan dimensi agama di LDII tidak sekadar menjadi wacana atau teori, tetapi sudah menjadi kultur dan kebiasaan. Agama itu lahir melalui pembiasaan, dan LDII sukses membangun budaya tersebut,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Universitas PTIQ Nur Afif, dan Made Saihu, juga memberikan indikator-indikator penting mengenai sejauh mana platform “Profesional Religius” telah terimplementasi di lapangan. Melalui peluncuran dan bedah buku ini, para akademisi berharap kajian mengenai sistem pendidikan dan nilai kebajikan di lingkungan LDII, dapat menjadi bahan referensi akademik serta membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai praktik pendidikan keagamaan di Indonesia.


Semoga Allah paring Aman Slamat Lancar Barokah…..
Semoga Allah paring lancar barokah
Terimakasih atas kesediaan Anda untuk mengenal lebih dekat dengan LDII, sehingga tidak memandang negatif karena hanya mendengar informasi yang kurang lengkap.
Cita cita warga ldii bahagia mulai didunia sampai akhirot.dengan cara teori danpraktek yg betul betul dilakukan/dikerjakan.sesuei ilmu yg dipelajari.29 karakter adalah sifat ahli surga ketika hidup didunia.
Warga ldii menyadari kehidupan yg sebenarnya adalah akhirot. Jangan sampai,kalau didunianya miskin berlanjut diakhirot.
Atau didunianya jd orang kaya tetap berlanjut diakhirotnya nanti. Jangan sebaliknya.
Alhamdulillah…. LDII makin diakui eksistensinya oleh kalangan intelektual semoga menjadi tambah lancar barokah utk jamaahnya🙏🙏👍👍
Terima kasih DR Ahmad Ali atas kemauan dan kepeduliannya telah berkenan melihat lebih dalam realita keseharian warga LDII dari Sabang sampai Merauke secara objektif sehingga bisa membuat masyarakat luas tidak lagi ber stigma negatif.
Dengan harapan bisa lebih menjaga ukuwah antar Ummat beragama sehingga bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih maju.
Alhamdulillah
Semoga buku ini bisa menjadi pencerahan bagi semua komponen masyarakat.
Terima kasih ustadz Ahmad Ali…
Alhamdulillah…. Smg manfaat, lancar dan barokah…Aamiin
Semoga buku ini menjadikan pencerah bagi pihak-pihak yang selama ini menilai negatif terhadap ajaran ldii
Semoga dgn terbitnya buku tsb membuka cakrawala bagi semua orang utk mengimplentasikan dalam kehidupan sehari- hari
Srmoga dengan terbitnya buku tsb dapat membuka cakrawala bagi semua orang utk mengimplentasikan
Semoga dengan terbitnya buku tsb bisa membuka cakrawala bagi yg membaca
Alhamdulillah. Semoga pembaca mendapat pencerahan. Sehat lancar sukses barokah
Karakter luhur. Sebuah kata yg mulai langka
LDII konsisten membangun karakter dalam kemuliaan beragama
Alhamdulillah.. semoga ini bisa menjadi insigth untuk kita semua dalam membangun bangsa dan negara ini menjadi lebih maju dan tidak terkotak kotak’an lagi…
Perspektif lain dari sudut pandang DR Akmad Ali dalam melihat pola pendidikan LDII membuktikan bahwa Budaya pendidikan karakter islam diawali dari pola pembinaan 29 Karakter antara lain Jujur, amanah, rukun kompak, kerjasama yg baik, benar, mandiri dsb. Dalam konteks pendidikan ini merupakan kerangka dasar dalam membangun sumberdaya insani.
Aslb
الحمد لله
Mugo2 Allah paring lancar, berhasil dan barokah.
LDII untuk bangsa.
Karya Hasil Penelituan secara objektif, ilmiah, nyata akan potret praktik LDII. Sekaligus meredakan prasanka yang tidak berdasar realuta.
Semoga Bapak DR Ahmad Ali Dkk
Diberi umur panjang sehat barokah dan terus berkarya utk kedamaian ummat
Semoga bermanfaat buat semua pembaca nya… aamiiin
itu sebagai bukti kalau warga LDII punya komitmen dengan perannya sebagai warga yang baik.
Amar makruf bilhal
Amar makruf bilhal di msyarakat menjadikan ldii posifif
Alhamdulillah sejarah umat manusia sebagai makhluk Allah Hablum minallah dan Sejarah manusia sebagai makhluk sosial Hablum minannas dapat berjalan beriringan di bumi Indonesia ini sepakat Ormas Islam yang lain saling menebarkan nilai kebajikan Kebaikan dan kebenaran utk sesama, Selamat LDII dg Amal Soleh dan Kiprahnya dalam membangun Umat dan Bangsa
Alhamdulillah sangat mencerahkan dan bermanfaat