Jakarta (20/1). Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023–2024, Alisa Wahid, menilai konsep haji ramah perempuan merupakan kebutuhan mendesak dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan materi kepada peserta Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Alisa mengapresiasi kebijakan peningkatan jumlah petugas perempuan hingga 30 persen. Menurutnya, langkah tersebut merupakan respons atas kebutuhan nyata jamaah perempuan yang selama ini belum terlayani secara optimal.
“Pada 2022, ketika saya terlibat dalam tim monitoring dan evaluasi, jumlah pembimbing ibadah dan petugas perempuan masih sangat terbatas, padahal kebutuhan jamaah perempuan berbeda dengan jamaah laki-laki,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain penambahan petugas, penyesuaian fasilitas bagi jamaah perempuan juga perlu menjadi perhatian serius. Ia mencontohkan pengalaman di lapangan ketika petugas harus melakukan improvisasi dengan mengalihkan sebagian kamar mandi laki-laki untuk digunakan jamaah perempuan pada jam-jam tertentu akibat keterbatasan fasilitas.
“Kebijakan improvisatif seperti ini seharusnya direspons secara sistematis, bukan sekadar solusi darurat,” ujarnya.
Putri Sulung Presiden ke-3 RI KH Abdurrahman Wahid itu menegaskan, kunci penyelenggaraan haji ramah perempuan berawal dari perubahan cara pandang. Sistem pelayanan haji di Arab Saudi yang masih didominasi perspektif laki-laki harus disikapi dengan kesadaran bahwa kebutuhan perempuan adalah realitas yang harus difasilitasi, bukan dianggap sebagai beban.
“Pelayanan bagi perempuan harus tersedia secara memadai, mulai dari fasilitas sanitasi, perlengkapan, hingga pembimbing ibadah perempuan,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pengalaman penanganan jamaah perempuan pada 2022 melahirkan berbagai rekomendasi, termasuk peningkatan jumlah pembimbing ibadah perempuan. Kesadaran inilah yang kemudian melatarbelakangi kebijakan menghadirkan Amirul Hajj perempuan, agar kebutuhan jamaah perempuan dapat dipahami secara lebih utuh.











