Gunungkidul (21/1). Ratusan remaja putra dan putri memadati kompleks Masjid Al-Fatah Sawah Krambil, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu malam (31/12/2025). Mereka mengikuti pengajian bertema “Pengajian Semalam Suntuk Penuh Pahala, Kreatif Lagi Asyik”.
Kegiatan yang digelar Pengurus Anak Cabang LDII Krambil Sawit sebagai kegiatan pembinaan generasi muda pada penutup tahun. Ketua DPD LDII Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, mengatakan, kegiatan yang menjadi agenda rutin akhir tahun ini dirancang sebagai ruang refleksi bersama bagi generasi muda LDII Gunungkidul. “Selain evaluasi kegiatan selama satu tahun, forum ini dimanfaatkan untuk menyusun arah pembinaan remaja agar lebih terstruktur dan relevan dengan tantangan pergaulan saat ini,” tuturnya.
Wahono menuturkan pengajian akhir tahun selalu diupayakan memiliki nilai lebih. Menurutnya, forum ini memberi kesempatan remaja berhenti sejenak dari rutinitas dan memikirkan arah hidup ke depan. “Akhir tahun jadi waktu yang pas untuk bercermin, melihat apa saja yang sudah dilakukan, lalu menyusun rencana agar ke depan lebih terarah,” ujar Wahono.
Wahono menilai kegiatan ini mencerminkan pola pembinaan remaja yang adaptif dan kontekstual. Ia menyebut LDII Gunungkidul mendorong pendekatan yang ramah generasi muda tanpa meninggalkan substansi nilai agama.
“Pengajian seperti ini menjadi ruang aman bagi remaja untuk belajar, berdiskusi, dan saling menguatkan. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak terlibat aktif, berbagi pengalaman, dan membangun kebersamaan.
Ia menambahkan, pola kegiatan kreatif di malam pergantian tahun dapat menjadi alternatif positif bagi remaja dalam menyikapi momen tersebut. “Ini penting agar pembinaan tidak terasa menggurui, melainkan tumbuh dari kesadaran bersama,” kata Wahono.
Selain itu, pengisi materi pengajian, Ustad Edi Sumarwan mengajak remaja memahami konsep Tri Sukses Generasi Penerus, “Adapun isinya adalah berakhlak baik, memiliki pemahaman agama yang kuat, serta mandiri dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia juga mengulas pentingnya penerapan 29 karakter luhur LDII sebagai pedoman bersikap di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Selain tausiyah, panitia menayangkan video inspiratif berisi contoh penerapan karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. Tayangan tersebut memancing diskusi ringan di kalangan peserta dan menjadi bahan refleksi bersama.











