Tegal (22/1). DPD LDII Kabupaten Tegal menggelar pengajian akhir tahun 2025 secara serentak di empat titik pada Selasa malam, 31 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti ratusan remaja dari berbagai kecamatan sebagai alternatif kegiatan yang terarah saat pergantian tahun. LDII memilih pendekatan religius dan edukatif untuk mengajak generasi muda melakukan refleksi diri sekaligus penguatan karakter.
Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Wijiyanto, menyebut pengajian akhir tahun ini menjadi bagian dari pola pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda LDII. Ia menilai malam pergantian tahun kerap diisi aktivitas yang kurang terarah, sehingga perlu dihadirkan ruang alternatif yang lebih mendidik.
“Kami ingin remaja memiliki pilihan kegiatan yang menenangkan dan memperkuat nilai keagamaan,” kata Wijiyanto.
Wijiyanto menambahkan, pengajian dirancang dengan format komunikatif agar peserta terlibat aktif. Selain pemaparan materi, panitia juga membuka ruang diskusi dan perenungan bersama.
“Remaja tidak hanya mendengar, tapi juga diajak berpikir dan mengevaluasi diri. Pola ini penting agar pesan yang diterima bisa diterapkan dalam keseharian,” ujarnya.
Ia menjelaskan teknis pengajian akhir tahun di Tegal. Panitia pelaksana di masing-masing lokasi menyesuaikan materi dengan kondisi peserta setempat. Seorang koordinator kegiatan menyampaikan bahwa pendekatan ini membuat suasana pengajian lebih dekat dengan dunia remaja.
“Materi akhlak, ibadah, dan pergaulan disampaikan dengan contoh-contoh yang sering mereka temui di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari,” jelasnya.
LDII Tegal juga menekankan pembinaan generasi tri sukses yang mencakup akhlak, ilmu, dan kemandirian. “Nilai tersebut diperkenalkan melalui penguatan 29 karakter luhur sebagai pedoman sikap dan perilaku warga LDII sejak usia remaja,” tambahnya.
Wijiyanto menilai penanaman karakter perlu dilakukan secara konsisten melalui kegiatan rutin, termasuk pada momentum akhir tahun. LDII Kabupaten Tegal berharap pengajian akhir tahun ini memberi bekal awal bagi remaja memasuki tahun 2026 dengan arah yang lebih terukur.
“Selain berdampak pada pembinaan warga LDII, kegiatan ini juga diharapkan berkontribusi menjaga situasi wilayah tetap kondusif dengan menghadirkan aktivitas yang tertib dan bermanfaat di tengah masyarakat,” tutupnya.











