Jember (23/1). DPD LDII Kabupaten Jember bekerja sama dengan Satlantas Polres Jember menggelar kegiatan Coaching Clinic Ujian Praktek SIM. Kegiatan yang dihelat pada Sabtu (10/1/2025) dipusatkan di Aula DPD LDII Jember.
Kegiatan ini merupakan aspirasi warga LDII yang disampaikan saat kunjungan Kapolres Jember pada Selasa (6/1/2025) lalu. Agar, Polres Jember membekali para pemula, khususnya Gen Z, untuk tertib berlalu lintas sebagai syarat memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM). Pada kesempatan itu, Ipda Firman dari Satlantas Polres Jember, memberikan wawasan tertib lalu lintas, “Pahami marka dan rambu, fokus pada arti garis putih putus-putus dan tidak terputus, serta perbedaan warna dasar rambu baik peringatan, larangan, maupun perintah,” jelas Ipda Firman.
Ia menjelaskan ada beberapa hal yang diperlu diperhatikan. Pertama, etika berkendara melewati persimpangan. Ia menjabarkan terdapat aturan prioritas kendaraan saat di pertigaan atau perempatan tanpa lampu lalu lintas, “Kedua, kecepatan aman. Harus mampu memahami batas kecepatan minimal dan maksimal di berbagai medan jalan. Ketiga, sistem pengereman. Kita harus paham pengetahuan tentang teknik pengereman darurat yang aman tanpa membuat kendaraan tergelincir,” jelasnya.
Ipda Firman memberikan tips teknis agar peserta tidak grogi saat mencoba lintasan. Ia menjelaskan bahwa pandangan mata jangan melihat ke arah roda atau aspal di bawah, tapi fokuskan pandangan ke depan atau ke titik tujuan agar keseimbangan terjaga.

“Kontrol gas dan rem, gunakan perasaan saat menarik gas dengan pelan terutama saat melintasi jalur berbentuk angka delapan dan jalur zig-zag, agar mesin tidak mati di tengah lintasan. Selain itu, postur tubuh atau posisi duduk harus tegak dan rileks, kaki menjepit tangki untuk motor kopling atau berada di posisi stabil untuk matic. Hal ini berguna untuk mempermudah manuver,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi, mengapresiasi kepada Kapolres Jember beserta jajaran Satlantas atas realisasi janji pelayanan publik, “Dengan bekal edukasi ini, kami berharap warga LDII, khususnya anak muda, bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di Jember,” terang Malik.
Ia menjelaskan keselamatan bukan sekadar kebutuhan. Ia menerangkan, menjaga keselamatam merupakan bagian dari ibadah dalam menjaga nyawa diri sendiri dan orang lain. Salah satu peserta, Ale mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia mengaku sempat merasa tegang karena membayangkan ujian praktek SIM yang sesunggugnya.
“Jujur awalnya tegang membayangkan ujian praktek SIM. Tapi setelah ikut *coaching clinic* ini, saya jadi tahu teknik yang benar saat belok dan menjaga keseimbangan. Petugasnya juga sabar menjelaskan. Sekarang saya jadi lebih percaya diri untuk ikut ujian resmi nanti,” tutupnya.

