Palu (29/1). Jajaran pengurus DPW LDII Provinsi Sulawesi Tengah silaturahim ke Kantor Pengurus Besar (PB) Alkhairaat di Kota Palu. Kunjungan diterima Ketua Umum PB Alkhairaat Mohsen Aliydrus di ruangannya Jalan Sis Al-Jufri Kota Palu, Selasa (20/1).
“Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama ormas Islam (ukhuwah Islamiyah) sekaligus menyelaraskan langkah dalam pembinaan umat di Sulawesi Tengah,” kata Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah Imam Sutarto.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah Chairil Anwar Syam, serta Sekretaris Pendidikan Alkhairaat Habib Hadi Rumi dan Ustadz Subhan Lasawedi. Turut hadir pula Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII Dwi Pramono.
Imam Sutarto mengatakan, silaturahim ini juga sekaligus mendampingi Dosen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Ahmad Ali yang tengah menyusun buku terbarunya tentang LDII berjudul “Kupas Tuntas Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Masyarakat”. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Ali menggali pandangan Mohsen Aliydrus terkait nasionalisme dalam perspektif Islam serta peran dakwah dalam memperkokoh semangat kebangsaan.
Menurut Mohsen, secara aksiologis, setiap organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada dasarnya memiliki orientasi transendental yang serupa, yakni manifestasi peribadatan kepada Allah SWT. Meskipun terdapat diversitas dalam metodologi dakwah serta implementasi amaliah, pluralitas tersebut seyogyanya dipandang sebagai kekayaan diskursus yang tidak boleh memicu disintegrasi umat.
“Dalam perspektif ini, LDII kami pandang memiliki visi dan misi strategis yang koheren dalam mengakselerasi kemajuan umat Islam di Indonesia. Terutama dalam menjalankan peran inklusif untuk merangkul segmen masyarakat yang belum terakomodasi secara optimal oleh entitas organisasi lain seperti Alkhairaat, Nahdlatul Ulama, maupun Muhammadiyah,” ujarnya.
Diskusi juga menyinggung pentingnya peran pendidikan dalam menanamkan jiwa nasionalisme kepada generasi muda. Baik LDII maupun Alkhairaat sepakat bahwa lembaga pendidikan di bawah naungan mereka, harus menjadi garda terdepan dalam mencetak kader-kader bangsa yang profesional, religius, dan memiliki komitmen kuat terhadap NKRI.
“Dengan mengintegrasikan nilai agama dan semangat patriotisme, diharapkan santri dan siswa dapat menjadi motor penggerak kemajuan daerah yang tetap menjaga jati diri bangsa,” imbuh Mohsen.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi yang intensif dalam berbagai program sosial dan keagamaan. DPW LDII Sulteng dan PB Alkhairaat bertekad untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal toleransi dan gotong-royong.
Semangat persatuan yang lahir dari pertemuan ini diharapkan dapat menjadi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat di Sulawesi Tengah untuk terus hidup berdampingan secara damai di bawah payung nasionalisme yang kokoh.











