Aceh (30/1). DPW LDII Aceh melaksanakan pengamatan hilal Syakban di Balai Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Aceh Besar dan Bukit Blang Tiron, Kota Lhokseumawe, pada Senin (19/1). Ketua DPW LDII Aceh, Marzuki Ali mengatakan, kegiatan rukyatul hilal tersebut dilaksanakan mengikuti kaidah ilmiah dan ketentuan syariat Islam.
“Adapun kondisi saat pengamatan, langit tertutup awan tebal, sehingga menyulitkan pengamatan secara visual. Kami tidak berhasil melihat hilal, karena awan cukup tebal menutupi ufuk barat. Kondisi ini, merupakan dinamika dalam proses pemantauan hilal,” ujar Marzuki Ali.
Berdasarkan perhitungan astronomi, hilal 1 Syakban diperkirakan berada pada ketinggian sekitar 4 hingga 6 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam di langit Aceh. Waktu terbenam matahari tercatat pada pukul 18.45 WIB. “Secara hisab, posisi hilal sebenarnya sudah memungkinkan untuk diamati,” jelas Marzuki Ali.
Tim LDII yang bertugas pada pengamatan hilal tersebut, yakni Rafael Nur Aziz, Panji Rofiq Samudra, Jaya, dan Agam Safriadi, menggunakan peralatan optik yang tersedia di observatorium. “Seluruh personel telah dibekali pemahaman teknis dan dasar ilmu falak agar proses pengamatan berjalan sesuai prosedur,” kata Marzuki Ali.

Pada kesempatan tersebut, kegiatan rukyatul hilal juga dihadiri oleh sejumlah perukyat dari berbagai unsur, termasuk Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama Provinsi Aceh serta komunitas astronomi dan ilmu falakiyah Kota Banda Aceh.
Ia menambahkan, sinergi antara ormas Islam, pemerintah, dan komunitas astronomi sangat penting untuk meningkatkan akurasi serta pemahaman masyarakat terkait penentuan awal bulan Hijriah. “Dengan kerja sama yang baik, hasil rukyat dapat menjadi rujukan yang lebih kuat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Marzuki.
Sementara itu, di Kota Lhokseumawe, pelaksanaan rukyatul hilal ini dipimpin Ketua DPD LDII Kota Lhokseumawe, Dadang Suherman. Kegiatan tersebut turut melibatkan empat orang tim, yaitu Feri Fadli, Rahmat Ardi Pitra, Adam Fahmi, dan Sulton Sinaga. Pemantauan dimulai sejak pukul 18.00 WIB hingga matahari terbenam.
Dadang Suherman menjelaskan, hilal belum terlihat karena kondisi langit tertutup awan. “Semoga ke depannya, dapat melakukan pemantauan dengan kondisi langit yang lebih cerah sehingga hilal dapat teramati dengan jelas,” pungkasnya.











