Jayapura (18/2). DPD LDII Kota Jayapura sukses gelar Musyawarah Daerah (Musda) VI dengan tema “Penguatan SDM Profesional Untuk Mendukung Terwujudnya Kota Jayapura Sebagai Kota Yang Berbudaya, Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera Menuju Jayapura Emas”. Acara berlangsung di Hotel Horizon, Kota Jayapura, Papua, pada Rabu (11/2/2026).
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru membuka Musda VI LDII Kota Jayapura. Mewakili Pemerintah Kota Jayapura, ia mengapresiasi terlaksananya musda. “Dari temanya sudah sangat relevan dengan visi misi wali kota. Inilah yang patut kami apresiasi,” ujar Rustan mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.
Rustan menambahkan, LDII merupakan organisasi keagamaan yang memiliki sifat religius dan berwawasan kebangsaan. LDII memiliki program “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”, yang diterapkan sesuai kemampuan LDII di Kota Jayapura, “Pemerintah berharap, LDII Kota Jayapura menjadi salah satu pilar organisasi muslim yang kokoh dan mampu menjalankan toleransi umat beragama di tanah Papua,” harap Rustan.
Ia berpesan, siapapun yang terpilih menjadi ketua dalam musda ini, harus mampu menata organisasi ke arah yang lebih baik. “Harus juga profesional dan religius serta punya kemampuan bekerja keras melalui tindakan nyata,” pungkasnya.
Menanggapi sambutan Wakil Wali Kota Jayapura, Ketua DPD LDII Kota Jayapura, Dadang Hidayat mengatakan isu kebangsaan menjadi prioritas utama pelaksanaan tugas pokok LDII Kota Jayapura. “LDII tidak henti-henti melaksanakan kegiatan pembekalan Empat Pilar kebangsaan. LDII Kota Jayapura pun berkomitmen berlandaskan ideologi Pancasila,” tegas Dadang.
Terkait delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa, Dadang menyebut salah satunya adalah mengenai kebangsaan. “Mengingat bangsa Indonesia memiliki keragaman suku, budaya, dan agama, semuanya ada dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika. Hal ini perlu kita jaga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Papua, Sudarmo menjelaskan, saat ini LDII telah membentuk pengurus daerah di Tanah Papua yakni Propinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua Tengah. “Sedangkan untuk provinsi Papua Pegunungan masih dalam proses persiapan administrasi,” ujarnya.

