Lampung Selatan (4/3). Ketua DPD LDII Lampung Selatan, Sugiono menghadiri “Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan 1447 H”, di Masjid Darul Ulum, Lampung Selatan, Lampung, pada Jumat (27/2). Secara keseluruhan, Safari Ramadan tersebut dilaksanakan di 17 kecamatan, dan dihadiri unsur Forkopimda, ormas keagamaan, seperti MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, Forkopimcam, aparat desa, serta masyarakat sekitar.
Pada Safari Ramadan tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama memperkenalkan program Lampung Selatan Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi (Betik). “Kami ingin memastikan, masyarakat menerima bantuan sosial secara utuh dan transparan. Melalui tata kelola pemerintah yang bersih, transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Menurut Egi, program tersebut membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang haknya tidak tersalurkan secara penuh. “Pemkab Lampung Selatan bekerja sama dengan inspektorat dan kejaksaan untuk menindaklanjuti setiap laporan. Saya mengajak seluruh kepala desa, camat, dan masyarakat turut mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan bebas dari praktik ilegal,” imbuhnya.
Safari Ramadan ini juga menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinan Egi bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, yang genap pada 20 Februari 2026. “Berbagai capaian kerja selama satu tahun terakhir, adalah hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, DPRD, Forkopimda hingga instansi vertikal lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Lampung Selatan, Sugiono mengapresiasi komitmen Pemkab Lamsel membangun sistem yang bersih, serta berpihak pada masyarakat. “Lamsel Betik merupakan terobosan positif untuk memastikan bantuan sosial diterima masyarakat kecil, tanpa potongan. Sejalan dengan nilai-nilai amanah, jujur dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sugiono menegaskan kesiapan LDII untuk berkolaborasi dalam mengedukasi masyarakat agar berani melaporkan jika ditemukan penyimpangan dalam penyaluran bantuan. “Seluruh elemen, khususnya warga LDII, mari bersama-sama mengawal program tersebut, agar berjalan dengan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

