Kediri (7/3). Kekuatan umat terletak pada kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati dalam kegiatan Silaturrahim dan Buka Puasa Bersama yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri pada Rabu (4/3/2026).
“Alhamdulillah, sore hari ini saya sangat bersyukur bisa hadir dan duduk bersama panjenengan semua di Ponpes Wali Barokah. Tempat yang setiap ramadan selalu menjadi ruang pertemuan yang hangat antara ulama, umaro, dan masyarakat,” ujar Vinanda.
Wali Kota Kediri merasa optimistik melihat komposisi kehadiran para tamu undangan. Ia menyebutkan karena hadirnya seluruh unsur penting kota kediri, “Ada ulama yang menjaga nilai dan moral umat. Ada aparat yang menjaga stabilitas dan keamanan. Ada lembaga keuangan yang menjaga keseimbangan ekonomi. Ada pemerintah yang memastikan kebijakan berpihak pada masyarakat. Dan ada masyarakat yang menjadi roh dari semuanya. Inilah wajah Kota Kediri yang sesungguhnya. Kolaboratif, rukun, dan saling menguatkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini di tingkat nasional, pemerintah sedang bekerja keras menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat perlindungan sosial selama Ramadan hingga Idul Fitri. Di tingkat provinsi, penguatan moderasi beragama dan sinergi antar elemen terus digelorakan. Semua itu bermuara pada satu tujuan, yaitu masyarakat merasa aman, tenang, dan sejahtera.
“Di Kota Kediri, kami berikhtiar menerjemahkan semangat itu dalam langkah nyata. Kami memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, inflasi terkendali, bantuan sosial tepat sasaran, UMKM tetap bergerak serta, daya beli masyarakat selama ramadan tetap terjaga,” tambahnya.
Wali Kota Kediri menyebutkan pihaknya juga terus memperkuat ruang-ruang dialog lintas agama dan organisasi agar kerukunan yang sudah terbangun tetap terawat dengan baik, “Namun, sekuat apa pun kebijakan pemerintah, tidak akan pernah cukup tanpa dukungan dan doa dari para ulama serta, kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Kota Kediri akan kuat jika ulama dan umaro berjalan beriringan. Jika pesantren, organisasi keagamaan, pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat saling percaya dan saling menopang,” tegasnya.

Ia menjelaskan Ponpes Wali Barokah telah memberi contoh bahwa kepedulian sosial yang rutin dilakukan setiap tahun menjadi bukti keberagamaan harus melahirkan kebermanfaatan. Ia juga menjelaskan Pemerintah Kota Kediri akan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim.
“Pemerintah Kota Kediri akan terus berupaya hadir memastikan hak pendidikan dan perlindungan mereka terpenuhi. Kepada warga penerima manfaat, ia mengingatkan agar menggunakannya dengan bijak, sehingga bantuan itu dapat membawa keberkahan dan meringankan beban,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, Ramadan menjadi pengingat bagi dirinya dan para pejabat, bahwa jabatan adalah amanah. Menurutnya amanah itu untuk melayani, berlaku adil, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal, “Kepemimpinan harus dibangun di atas nilai keikhlasan dan keberpihakan kepada masyarakat, mari kita jaga terus kerukunan yang sudah terbangun indah di kota ini. Jangan beri ruang pada perpecahan, jangan beri ruang pada prasangka buruk. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga setiap langkah kita menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan kota kediri yang semakin Maju Agamis Produktif Aman Ngangeni (MAPAN), dan menjadikannya kota yang *baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur*,” tutupnya.











