Kediri (7/3). Satu hikmah terbesar dari ibadah puasa adalah melatih kesabaran, baik dalam ketaatan kepada Allah maupun dalam kehidupan sosial sebagai warga negara. Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), dalam kegiatan “Silaturrahim dan Buka Puasa Bersama” yang digelar Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur pada Rabu (4/3/2026).
“Puasa membentuk karakter sabar dalam ketaatan, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai warga negara yang patuh pada aturan. Sabar itu ada dalam ketaatan dan dalam menghadapi cobaan. Sebagai makhluk sosial dan warga negara, kita juga harus sabar dalam menaati aturan yang berlaku,” jelasnya.
Gus Ab sapaan akrabnya menuturkan bahwa sabar memiliki tiga dimensi utama. Yaitu sabar dalam ketaatan dengan konsistensi menjalankan perintah Allah SWT, sabar dalam menjauhi kemaksiatan dengan menahan diri dari perbuatan yang dilarang, serta sabar dalam menghadapi cobaan dengan keteguhan hati saat diuji kesulitan hidup.
“Pentingnya sabar dalam perbedaan, yakni sikap menghargai dan menghormati sesama meskipun memiliki pandangan atau latar belakang yang berbeda. Karena sikap ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat,” tegas Gus Ab.
Ia berharap melalui doa para ulama dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, Kota Kediri senantiasa dijauhkan dari bencana dan menjadi daerah yang ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi. Menurutnya kehadiran berbagai unsur masyarakat semakin menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang kebersamaan, kepedulian, dan komitmen menjaga harmoni sosial.
“Saya berpesan, bahwa kesabaran adalah fondasi penting dalam menghadapi tantangan hidup, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai warga negara,” tutupnya.











