Denpasar (7/3). Warga PAC LDII Renon, Denpasar Selatan, membantu pemotongan sapi kurban untuk tradisi Pujawali (Piodalan Hari Jadi Pura) bagi pemeluk Hindu di Bali. Acara yang digelar Rabu, (18/2/2026) itu, termasuk salah satu hari suci bagi pemeluk agama Hindu yang disebut juga piodalan.
Pada momen itu, prosesi piodalan digelar dengan pemotongan satu ekor sapi di Balai Banjar Kelod Renon dekat dengan Pura Baris Cina. Berdasarkan penanggalan kalender Bali, hari itu bertepatan dengan ‘Buda Umanis Prangbakat’ atau hari suci yang merepresentasikan harmonisasi waktu, energi, dan kesadaran spiritual. Karenanya piodalan menjadi serangkaian persembahyangan sebagai bentuk sujud syukur dan bakti kepada Tuhan untuk memohon keselamatan dan penyucian spiritual.
Berkaitan dengan hal itu, Lurah Renon, Denpasar, I Gede Suweca minta warga PAC LDII Renon untuk membantu pemotongan sapi. “Karena pura disini tidak memotong babi dan LDII dikenal setiap tahun atau saat Hari Raya Idul Adha selalu memotong hewan kurban sapi atau kambing, kami melihatnya sangat profesional dan tenaga ahli potong dengan peralatan lengkap, canggih, dan pembagian daging yang merata,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Denpasar, Kafilari meminta kekompakan warga LDII Renon untuk mendukung kegiatan tersebut. ”Keterlibatan warga LDII Renon merupakan bentuk toleransi kerukunan umat Beragama sesuai dengan semboyan Kota Denpasar, Vasudhaiva Kutumbakam atau kita semua bersaudara,” ujarnya.
Toleransi menekankan seluruh makhluk di alam semesta saling terhubung, mendorong kasih sayang, toleransi, dan persaudaraan tanpa memandang perbedaan bangsa, agama, atau latar belakang. (ali)

