Jakarta (8/3). Dewan Penasihat DPP LDII, KH Edy Suparto mengingatkan puasa bukan hanya menahan haus dan minum, namun juga untuk menahan diri dari perbuatan dan perkataan yang buruk. Hal itu diungkapkan KH Edy Suparto dalam rilisnya pada Sabtu (7/3/2026).
“Bukan hanya menahan lapar dan haus. Namun, perlu menjaga pandangan dan pendengaran dari hal yang haram. Tidak hanya menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, tetapi mampu menggunakan diri dalam ketaatan pada Allah,” ujar KH Edy Suparto.
Ia pun mengutip sebuah hadits:
وَعَلَى الصَّائِمِ أَنْ يَحْفَظَ بَصَرَهُ عَن نَظَرِ الْمُحَرَّمَاتِ، وَيَحْفَظَ أُذُنَهُ عَنْ اِسْتِمَاعِ الْحَرَامِ، لِأَنَّ حَقِيقَةَ الصِّيَامِ لَا تَقْتَصِرُ عَلَى مُجَرَّدِ الْإِمْسَاكِ عَنِ الْمُفَطِّرَاتِ، بَلْ لَابُدَّ مَعَ ذَلِكَ مِنْ حِفْظِ الْجَوَارِحِ عَنِ الْمُحَارِمِ وَاسْتِعْمَالِهَا فِيمَا يُرْضِي اللهَ…
Artinya:
“Dan hendaklah orang yang berpuasa menjaga pandangannya dari melihat hal-hal yang haram, dan menjaga pendengarannya dari mendengarkan hal-hal yang haram, karena hakikat puasa tidak hanya sekedar menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, tapi juga harus menjaga anggota badan dari hal-hal yang haram dan menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah.” (Ibn Khuzimah)
Merujuk hadits tersebut, KH Edy Suparto mengajak untuk menjaga pandangan. “Orang yang berpuasa harus menjaga pandangannya dari melihat hal-hal yang harap, seperti gambar yang tidak senonoh. Atau hal yang dapat menimbulkan syahwat,” katanya.
Kedua, harus menjaga pendengaran. “Orang yang berpuasa, juga harus menjaga pendengarannya dari mendengarkan hal-hal yang haram. Seperti musik yang tidak Islami, atau perkataan yang tidak baik,” tutur KH Edy Suparto.
Ketiga, ia menegaskan, hakikat puasa, bukan sekadar menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, “Tetapi juga harus menjaga anggota badan dari hal-hal yang haram,” jelasnya.
Terakhir, KH Edy Suparto mengajak untuk menggunakan anggota badan dalam ketaatan kepada Allah. “Dengan beribadah, berdzikir, berdoa dan berbuat baik kepada orang lain,” pungkasnya.
Ia berharap, dengan menerapkan beberapa hal tersebut, puasa dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan memperbaiki akhlak. “Semoga berhasil meraih lima sukses Ramadan: sukses puasa, tarawih, tadarus Al Quran, itikaf untuk mencari lailatul Qadr, dan zakat fitrah,” tutup KH Edy Suparto.










