Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu

2026/03/10
in Opini
0
Ilustrasi Jejak Pengasuhan.

Ilustrasi Jejak Pengasuhan.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Siti Nurannisa P.B.*

Pagi yang sering dimulai dengan kalimat sama “Ayo cepat.” Cepat makan, cepat mandi, cepat pakai sepatu. Di sela menyiapkan sarapan, mengecek tas sekolah, dan memastikan tidak ada yang tertinggal, rumah bergerak dalam ritme siaga dan tergesa. Sementara itu, anak-anak bergerak dengan kecepatannya masing-masing, mencoba menjalani pagi dengan waktunya sendiri. Ada yang masih perlu waktu mengikat tali sepatu, ada yang masih perlu mencoba dua kali untuk memasukkan buku ke tas dengan benar, ada pula yang masih perlu memahami pertanyaan, berpikir lama sebelum menjawab.

Ketika anak membutuhkan lima menit untuk memakai sepatu, yang terlihat sering kali hanya keterlambatan. Ketika anak menumpahkan air saat mencoba membantu, yang tampak hanyalah kekacauan yang harus segera dibersihkan. Ketika seorang remaja tiba-tiba memilih diam di kamar atau menjawab singkat dengan nada yang terdengar keras, yang terlihat sering kali hanya sikap sulit diatur. Dalam keseharian yang serba cepat, momen-momen kecil seperti itu mudah sekali dianggap sebagai gangguan. Di balik kejadian-kejadian itu, sebenarnya sedang berlangsung proses yang jauh lebih penting. Mereka sedang belajar mengoordinasikan gerak tubuhnya, memahami tanggung jawab, dan mengumpulkan keberanian untuk mencoba. Banyak kemampuan hidup justru tumbuh dari percobaan yang tidak rapi, dari langkah-langkah kecil yang masih goyah.

Ketergesaan orang dewasa sering membuat proses itu terpotong. Jika setiap proses terburu diambil alih karena alasan waktu, yang selesai memang tugasnya, namun yang tertunda adalah kesempatan anak untuk membangun kemandiriannya. Di titik itulah perbedaan ritme mulai terasa. Waktu orang dewasa yang bergerak cepat, sementara waktu anak berjalan lebih perlahan, mengikuti irama pembelajaran dan penemuan yang baru dimulai. Di antara dua ritme berbeda itulah pengasuhan berlangsung: ritme orang tua yang membawa pengalaman dan harapan, serta ritme anak yang berjalan mengikuti rasa ingin tahu dan dunianya sendiri. Dalam pengasuhan, waktu sering kali bukan sesuatu yang harus ditaklukkan, melainkan sesuatu yang perlu dipahami.

Di banyak keluarga di negeri ini, rumah sejak lama dipahami sebagai tempat pertama anak belajar tentang sikap dan adab. Namun tanpa disadari, rumah kerap berubah menjadi ruang koreksi. Teguran menjadi lebih cepat disampaikan daripada apresiasi. “Kenapa sih tidak hati-hati?” atau “Makanya, bicara!” kalimat yang lebih mudah terucap dibandingkan, “Terima kasih sudah mau membantu,” atau “Ibu akan menunggu kamu siap berbicara.” Jika diperhatikan dengan tenang dan penuh kesadaran, ada banyak kebaikan kecil sebenarnya sedang tumbuh, dari mencoba lagi setelah gagal, menawarkan diri membersihkan tumpahan air, atau memilih diam saat emosi sedang tinggi sambil menunggu hati lebih tenang untuk berbicara. Kebaikan-kebaikan seperti ini jarang diumumkan atau dibagikan ke ruang-ruang ramai yang  dilihat banyak orang. Namun justru di sanalah fondasi karakter terbentuk, dari peristiwa-peristiwa kecil yang jarang dianggap penting, dalam keseharian, sedikit demi sedikit, melalui pembiasaan yang tampak sederhana.

Dinamika kecil di rumah sering kali tidak berdiri sendiri. Di luar rumah, tekanan zaman menambah lapisan tantangan. Saat melihat anak lain sudah lancar membaca, mengikuti berbagai kursus, atau memiliki pencapaian tertentu, tanpa sadar muncul pertanyaan dalam hati, “Apakah saya kurang serius ?”. Setiap keluarga memiliki ritme, tempo, irama, kapasitas, dan dinamika berbeda. Sering kali yang terlihat hanya hasilnya, anak yang rapi atau tidak, atau prestasi yang tercapai atau belum. Sering kali yang terlihat hanya hasilnya: anak tampak rapi atau tidak, prestasi sudah tercapai atau belum. Pengasuhan bukan perlombaan, melainkan perjalanan memperbaiki dan menumbuhkan diri. Hari ini mungkin belum tercapai tujuannya, tetapi bisa lebih sabar daripada kemarin, lebih mendengar sebelum menyimpulkan, lebih tenang saat menghadapi kesalahan. Kematangan anak tidak muncul tiba-tiba. Anak tumbuh dari konsistensi, dari perhatian yang berulang, dari doa-doa yang mungkin tidak pernah diumumkan, yang tampak sederhana sesungguhnya menyimpan kedalaman.

Ada pula kerja-kerja senyap yang jarang disadari. Bangun lebih awal untuk memastikan seragam sudah siap, mengingatkan jadwal tanpa terdengar memerintah, mengulang nasihat yang sama dengan cara berbeda, menahan lelah ketika tetap harus mendengarkan cerita panjang yang sebenarnya sudah pernah didengar kemarin. Ada pesan yang diketik lalu dihapus agar tidak melukai. Ada air mata yang ditahan di kamar mandi supaya suasana tetap stabil. Tidak ada laporan tertulis tentang itu. Tidak ada penghargaan resmi untuk kesabaran yang dipilih berkali-kali dalam sehari. Namun dari rutinitas itulah rumah menjadi tempat yang aman, sebuah ruang di mana anak belajar tentang kasih sayang, kesabaran, dan adab yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pengasuhan adalah jejak. Ia tidak selalu terlihat saat sedang dijalani, tetapi tampak ketika waktu berjalan. Jejak itu hidup dalam cara anak memperlakukan orang lain, dalam keputusan yang ia ambil saat tidak diawasi, dalam ketenangan yang ia miliki ketika menghadapi kegagalan. Tidak semua anak mengingat nasihat, tetapi mereka akan mengingat rasa yang tertinggal, apakah rumahnya dulu tempat yang aman untuk belajar menjadi manusia.

Waktu dan berbagai kejadian kelak akan mengingatkan kembali arti dan makna pengasuhan yang semakin dalam, sebuah bentuk amal yang akan terus mengalir. Setiap kesabaran yang ditahan saat ingin marah, setiap syukur yang diucapkan meski lelah, setiap doa yang dipanjatkan dalam diam setelah anak tertidur, semua itu tidak berhenti pada satu hari. Ia bergerak mengikuti pertumbuhan anak, bahkan mungkin terus hidup dalam kebaikan yang akan ia lakukan kelak.

Maka hari ini, yang bisa dilakukan mungkin sederhana. Melambat satu menit ketika ingin tergesa. Mengganti satu teguran dengan satu pertanyaan. Mengucapkan terima kasih atas satu kebaikan kecil. Bersabar lebih panjang sedikit dari biasanya. Bersyukur atas proses yang belum sempurna. Dan terus berdoa dengan keyakinan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Karena pengasuhan bukan hanya tentang menyelesaikan hari ini. Ia adalah jejak yang, dengan izin-Nya, akan melampaui waktu.

*) Dr. Siti Nurannisa P.B., S.Sn., M.Pd. adalah Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPP LDII.

Tags: anakJejak yang Melampaui WaktuPengasuhanSiti Nurannisa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Muhamad Ali Firdaus on Sentuhan Qur’an
  • Ari Pudji on Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten
  • Ari Pudji on Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten
  • Isur on PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan
  • Ujang suryana on PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

April 20, 2026
Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

April 25, 2026
BMT Rukun Abadi Catat Surplus dan Penguatan Layanan Syariah

BMT Rukun Abadi Catat Surplus dan Penguatan Layanan Syariah

April 25, 2026
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

April 22, 2026
BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

BSI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidin

3
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

3
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

3
Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

3
Aplikasi Kawal Haji Jadi Ruang Kolaborasi Jemaah dan Petugas

Aplikasi Kawal Haji Jadi Ruang Kolaborasi Jemaah dan Petugas

April 26, 2026
ali sadikin siskohat

Melalui Aplikasi Kawal Haji, Jemaah Bisa Laporkan Kendala Secara Real-Time

April 26, 2026
Fasilitas Jemaah Haji Hotel Hotel Emaar Al Taqwa

Inilah Fasilitas Hotel Jemaah Haji di Makkah, Ada Mesin Cuci hingga Kamar Ber-AC

April 26, 2026
Jemaah Haji

Kadaker Makkah Imbau Jemaah Hafal Rute Bus dan Wajib Bawa Kartu Nusuk

April 25, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Aplikasi Kawal Haji Jadi Ruang Kolaborasi Jemaah dan Petugas April 26, 2026
  • Melalui Aplikasi Kawal Haji, Jemaah Bisa Laporkan Kendala Secara Real-Time April 26, 2026
  • Inilah Fasilitas Hotel Jemaah Haji di Makkah, Ada Mesin Cuci hingga Kamar Ber-AC April 26, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.