Kiat Mencari Tempat Salat di Masjidil Haram
Oleh Sudarsono
Bagi yang sedang atau telah pernah ke Masjidil Haram, Makkah, Saudi Arabia, pasti pernah mendapat info atau cerita tentang sulitnya mencari tempat salat, terutama saat musim Umrah Ramadan atau Haji (peak season). Cerita mereka, seringkali harus datang beberapa jam (3-4 jam, bahkan 6 jam) sebelum waktu salat.
Sebetulnya, menunggu berjam-jam untuk waktu salat itu tidak masalah, terutama bagi bapak dan ibu atau para pemuda yang masih normal. Sebaliknya akan menjadi masalah besar bagi bapak dan ibu yang harus atau terpaksa lebih sering ke kamar mandi untuk kecing atau BAP, atau yang termasuk golongan yang mempunyai tambang atau penghasil gas di perutnya alias sering kentut.
Tapi untuk yang terakhir, barangkali solusinya lebih mudah karena di balik tangga atau eskalator yang menurun ke pelataran Kabah ada tempat wudhu (ablution). Karena lokasi itu di dalam masjid, jadi tidak bisa untuk kencing, hanya untuk ambil wudhu saja. Tapi kalau tetap harus BAK atau BAB, maka mau tidak mau harus ke luar masjid dan mencari WC terdekat. Resikonya, mungkin tak bisa masuk dan kembali ke tempat semula. Itu cerita yang saya terima, dan mungkin juga diterima oleh khalayak umum yang datang ke Masjidil Haram.
Nah, bagi yang curious ingin tahu tips dan trik menemukan tempat salat ketika sedang menunaikan ibadah umroh atau haji (peak season), maka tulisan ini adalah untuk Anda. Silakan simak satu per satu dan praktekkan ketika Anda sedang ada di Haramain. Disclaimer: ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi, dan belum tentu akan berlaku secara umum bagi satu-satunya yang membuka posting-an ini. Selain itu, saat peak season, di beberapa lokasi di Haram diberlakukan pengaturan arus manusia dengan sistem buka-tutup, sehingga faktor buka tutup ini bisa mengubah skenario yang ada. Baik, mari kita urai satu per satu.
Tips/Trik Pertama:
Seperti saran yang biasa diberikan, datang beberapa jam sebelum waktu salat dan pilih lokasi yang sesuai dengan target lokasi yang diinginkan. Mau memilih di lantai basement, lantai 1, lantai 2, lantai 3 atau di roof top. Dengan datang jauh lebih awal otomatis bisa memilih lokasi salat yang diinginkan. Dengan menerapkan tips dan triks ini insya Allah dijamin dapat tempat salat sesuai yang diinginkan di dalam Masjid Al Haram.
Hanya sebagai warning, jika anda harus sering-sering ke WC, maka kemungkinan tidak bisa masuk lagi ke lokasi yang anda sudah dapatkan sebelumnya sangat mungkin terjadi, karena akses ke masjid kemungkinan sudah ditutup.
Tip/Trik Kedua:
Langkah berikut bisa diterapkan ketika Anda ingin ke Haram tetapi tidak ingin menghabiskan waktu berjam-jam menunggu di dalam masjid. Namun langkah ini menjadi tidak ampuh lagi ketika jalur menuju Masjid Al-Haram ditutup aksesnya. Tetapi kalau akses masih dibuka, maka langkah berikut bisa diterapkan. Cari akses yang terdekat untuk bisa masuk ke area tempat tawaf di lantai 1, 2, atau lainnya — bukan di halaman di sekitaran Kabah, yang dikhususkan hanya bagi jamaah yang memakai kain Ihram saja.
Setelah sampai di lantai tempat Tawaf, lanjut ikut saja Tawaf bersama yang lain sampai menjelang waktu salat (i.e. saat Adzan). Setelah adzan, cari spot terdekat di jalur tawaf yang bisa dipakai untuk salat sampai selesai. Tunaikan salat sampai selesai dan setelah selesai segera pindah dan cari tempat di luar jalur Tawaf agar tidak diteriaki Askar Masjid Al-Harram.
Tip/Trik Ketiga:
Langkah berikut juga bisa diterapkan ketika anda ingin ke Haram tetapi tidak ingin menghabiskan waktu berjam-jam menunggu di dalam masjid. Namun langkah ini juga menjadi tidak ampuh lagi ketika jalur menuju Masjid Al-Haram ditutup aksesnya. Tetapi kalau akses masih dibuka, maka langkah berikut bisa diterapkan. Cari akses menuju eskalator yang terdekat untuk bisa masuk ke area roof top area.
Setelah sampai di roof top, lanjut cari lokasi yang nyaman di tempat-tempat yang sudah dialokasikan bagi jama’ah untuk salat, sambil menunggu menjelang waktu salat (i.e. saat Adzan). Tunaikan salat sampai selesai dan setelah selesai silakan doa-doa secukupnya. Tetapi jika anda dapat tempat yang tidak seharusnya untuk jamaah salat, segera pindah dan cari tempat di luar jalur Tawaf agar tidak diteriakin Askar Masjid Al-Harram.
Tip/Trik Keempat (terakhir):
Langkah terakhir berikut dapat diterapkan ketika anda ingin ke Haram tetapi adzan sudah menggema. Bahkan Iqomat sudah dikumandangkan setengah jalan, dan menurut perhitungan sebentar lagi imam akan berdiri dan memulai salat. Pertanyaannya, “Wah masih bisa dapat tempat salat nggak ya?” Tenang, masih bisa! Silakan ikuti tips dan triks berikut: lihat sekeliling anda berdiri saat itu, maka anda akan menjumpai banyak jamaah sedang bergegas berjalan menuju Haram, dan ada yang sedang berdiri-diri berkelompok. Lakukan penilaian cepat, lokasi yang berkelompok tersebut kira-kira membahayakan atau tidak, dan apakah ada Askar di sekitar lokasi. Askar tersebut biasanya sering membubarkan kelompok-kelompok yang tersebar di berbagai fasilitas yang ada. Jika sekiranya lokasi tersebut mengganggu aktivitas, misalnya mengganggu jalan, maka Askar akan teriak-teriak dan membubarkan jamaah yang berkelompok membentuk saf salat di sembarang tempat tersebut.
Sekiranya semuanya aman, segera gabung ke kelompok yang ada, gelar sajadah Anda dan ikut salat berjamaah di lokasi terdekat yang dapat dijangkau.
Setelah membaca tips dan trik yang terakhir ini, anda pasti akan bertanya: “Lho, kok nggak dibahas bagaimana tips dan trik mencari tempat di dalam Masjid Al-Harram ketika sudah dikumandangkan adzan, atau sudah iqomat atau bahkan sudah mau salat?”
Lha, anda ini bagaimana? Mau mendapat tempat salat terbaik di Masjid Al-Haram kok berangkatnya sudah adzan/iqomat/mau mulai salat, ya pasti nggak nyampailah. Kalau Anda melakukan hal yang terakhir ini, maka dapat tempat salatnya ya di sembarang tempat terdekat di mana saat itu anda berdiri, bukan di dalam Masjid Al-Haram.

