Hanya di Harram Lantai Dipel, Jamaah Diusir Saat Dipel, Bersandal dalam Masjid, dan Tidak Geger!
oleh Sudarsono
Di Indonesia pernah jadi isu yang menggegerkan ketika ada masjid yang katanya dipel setelah dipakai salat. Masalah mungkin akan menjadi lebih besar lagi seandainya pas petugas kebersihan masjid sedang ngepel lantai, ada jamaah yang sedang salat atau sekedar duduk-duduk di masjid, lantas diminta keluar (diusir) karena lantainya mau dipel.
Bahkan, potensi masalah yang jauh lebih besar akan muncul ketika ada orang yang berjalan seenaknya memakai sandal atau sepatu di dalam suatu masjid yang diagungkan. Nah, itu semua akan terjadi kalau di Indonesia.
Tapi di Masjid Al Harram, justru itulah yang terjadi setiap waktu dalam setiap hari, selama tujuh hari seminggu dan empat minggu dalam sebulan, tanpa berhenti. Dan selama ini tidak ada yang protes atau merasa tersinggung atau terusik karenanya. Apalagi menjadikannya isu nasional sehingga menyebabkan terganggunya perasaan keamanan dan ketertiban masyarakat pada umumnya
Kalau kesal, mungkin banyak ya, karena biasanya lagi enak-enak duduk santai habis sholat, tiba-tiba diteriaki Askar untuk bubar dan diusir dari lokasi masjid yang sejuk. Lokasi bekas tempat jamaah salat tersebut akan dipel dan dibersihkan, sehingga semua jamaah Arabian atau A’jam di usir semuanya dari lokasi itu.
Meski sambil menggerutu, mereka akan pergi dari tempat tersebut tanpa menimbulkan kegaduhan. Bayangkan kalau itu terjadi kepada Anda, tentu Anda juga akan kesal ya? Tapi sejauh ini tidak ada jamaah yang datang dari seluruh dunia, yang protes karenanya. Bayangkan juga kalau itu terjadi di Indonesia, bisa geger dan jadi berita nasional. Bahkan dapat dipastikan akan menjadi viral di dunia Maya. Subhanalloh.
Kegiatan ngepel dan bersih-bersih karpet atau lantai bekas salat jama’ah yang datang dari seluruh dunia tersebut secara terjadwal dilakukan di Masjid Al-Harram, yang konon luasnya mencapai 1.5 juta m2 dan dapat menampung sekitar dua juta jama’ah.
Cara melakukan pembersihannya juga unik dan menggunakan kombinasi mesin vacuum untuk menyedot cairan pembersih yang telah dituangkan ke lantai, dikombinasi dengan kain pel untuk mengeringkan sisa-sisa airnya. Silakan kalau mau mencoba menghitung berapa besar biaya operasional tiap harinya.
Yang jelas, Masjid Al-Harram selalu di pel tiap saat untuk menjaga kesucian dan kebersihan. Kalau ada orang yang bertempat di lokasi yang akan dibersihkan, mereka dengan pelan-pelan atau dengan suara keras akan diusir oleh Askar dan atau petugas kebersihan yang sedang menjalankan tugasnya.
Jadi kalau pas lagi khusuk salat Sunnah, atau lagi serius berdoa di suatu lokasi di Masjid Al-Harram, lantas diteriaki dan diusir suruh pergi dari lokasi karena bekas salat anda dan jama’ah lainnya akan dipel dan dibersihkan. Maka jangan protes atau bikin huru-hara ketika anda mengalami hal ini, geser saja dari tempat tersebut dan tunggu selesai pembersihan sehingga anda bisa gabung kembali di lokasi awal.
Hal lain yang kontroversial jika terjadi di Indonesia adalah semakin bebasnya jamaah yang bersendal dan atau bersepatu, berjalan-jalan bebas di dalam area Masjid Al-Harram. Aturan melepas sendal di depan atau menjelang masuk ke pintu masjid Al-Harram rupanya saat ini tidak lagi diberlakukan secara ketat, bahkan cenderung dibebaskan.
Jadi ketika anda ke Masjid Al-Harram, kok menjumpai jamaah bersepatu atau bersandal berseliweran di dalam masjid, nggak perlu protes atau menegur mereka. Karena kebijakan di Masjid Al-Harram saat ini sudah berbeda dari beberapa tahun yang lalu. Nggak berani membayangkan kalau itu terjadi di Masjid Al-Indonesia.

