Tangerang (20/4). Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Rukun Abadi menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025. Acara yang digelar secara hybrid di GSG Nurul Aini, Tangerang, pada Sabtu (18/4/2026) itu dihadiri anggota secara daring mencapai 23.812 orang atau 65,11 persen dari total anggota.
Jumlah kehadiran tersebut telah memenuhi kuorum syarat dilakukannya RAT. Berdasarkan catatan kinerja, BMT mencatatkan pertumbuhan surplus dan rencana penguatan layanan. Perwakilan Deputi Bidang Organisasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Resti Hadianti mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif harus diikuti dengan pertumbuhan koperasi yang sehat.
Ia menyoroti kontribusi dan keberadaan koperasi binaan warga LDII dalam penguatan ekonomi umat. “Kami menilai keberadaan BMT mampu memperkuat pondasi perekonomian masyarakat, sehingga perlu terus memperluas layanan dan jangkauan ekonomi syariah,” tambah Resti.
Sementara itu dalam pemaparan selama rapat berjalan dijelaskan untuk tahun buku 2025, BMT RA mengalami surplus dari perhitungan hasil usaha. “Surplus hasil usaha sebesar 14 persen dari tahun lalu dengan pendapatan bersih meningkat 10 persen,” ujar Budi Sulistyo, Bendahara KSPPS BMT Rukun Abadi, pada Sabtu (18/4/2025).
Ketua KSPPS Rukun Abadi, Supartono menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen dalam menjalankan prinsip syariah. “Kami meyakini bahwa kunci peningkatan hasil usaha adalah konsistensi dalam menjaga ketaatan terhadap prinsip syariah,” ujarnya.
Supartono juga menambahkan, selama tahun 2025, produk simpanan dan pembiayaan dengan Akad Mudharabah menjadi yang paling banyak diminati oleh para anggota koperasi. Dimana kemitraan dengan sistem bagi hasil antara BMT dengan nasabah sebagai perantara investor dan pelaku usaha.
Sementara itu, Dewan Pengawas Syariah, Imam Rusdi, menekankan pentingnya pengelolaan dana secara transparan dan menjaga amanah dalam pengelolaan dana anggota. “BMT sebagai penerima amanah. Amanah dari anggota kemudian disalurkan kepada anggota,” ujarnya.

Karena itu, Imam menambahkan, setiap tahunnya BMT melakukan sertifikasi sehat dari Kementerian Koperasi sebagai audit berkala. Tahun 2026 ini, BMT menargetkan peningkatan sosialisasi kepada anggotanya, sehingga kelayakan minimal pelayanan terpenuhi. BMT juga mengupayakan penyusunan standar kinerja baik di setiap unit pelayanan maupun kantor pusat, sehingga data KPI menjadi indikator reward dan punishment.
Selain itu, BMT juga bersosialisasi sekaligus edukasi terkait prosedur pembiayaan berikut syarat dan ketentuan terkait amanah yang diberikan kepada para anggota. BMT Rukun Abadi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola syariah, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh anggota. (Inggri)

