Makkah (3/5). Rasa haru dan syukur terpancar dari wajah Zainudin, jemaah haji Indonesia asal Bojong, Tegal, Jawa Tengah, yang tergabung dalam kloter SOC-04. Di usia 84 tahun, Zainudin akhirnya bisa menginjakkan kaki di Kota Makkah setelah menunggu antrean haji selama kurang lebih 14 tahun.
“Alhamdulillah, sekarang usia saya 84 tahun. Saya sangat senang akhirnya bisa sampai di sini,” ujar Zainudin saat ditemui di Hotel Gulf Suits, Jumat (1/5/2026).
Ia mengaku baru tiba di hotel sekitar pukul 14.00 waktu Arab Saudi. Setelah beristirahat, malam hari pukul 22.00 WAS, ia dijadwalkan melaksanakan umrah wajib menggunakan bus shalawat.
“Tadi saya sampai sekitar jam 2 siang, insyaAllah nanti malam jam 10 saya akan melaksanakan umrah wajib,” katanya.
Zainudin merupakan jemaah yang tergabung dalam KBIHU Bojong Al-Ikhsan. Ia mendaftarkan diri untuk berhaji pada 5 Desember 2012. Setelah menunggu sekitar 14 tahun, panggilan ke Tanah Suci akhirnya datang.
“Saya daftar tanggal 5 Desember 2012. Alhamdulillah sekarang bisa sampai di Makkah. Rasanya sangat senang,” tuturnya.
Namun di balik kebahagiaan itu, Zainudin menyimpan cerita yang mengharukan. Awalnya ia berencana berangkat bersama sang istri. Namun menjelang keberangkatan, kondisi kesehatan istrinya tiba-tiba menurun drastis.
“Awalnya saya berangkat berdua dengan istri. Tapi mendadak istri saya sakit,” ujarnya.
Menurut Zainudin, sekitar seminggu sebelum masuk embarkasi, sang istri mulai mengalami gangguan kesehatan. Awalnya masih bisa beraktivitas seperti biasa, namun tiba-tiba tidak mampu berjalan dan harus menggunakan kursi roda.
“Awalnya masih bisa jalan, lalu mendadak tidak bisa berjalan dan harus pakai kursi roda,” katanya.
Saat menjalani pemeriksaan kesehatan di embarkasi Solo, petugas menemukan adanya gangguan daya ingat pada istrinya. Saat diajak berbicara, jawabannya sudah tidak nyambung atau melantur.
“Waktu di embarkasi ditanya petugas, jawabannya sudah melantur. Ternyata mengalami gangguan ingatan,” tutur Zainudin.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sang istri akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan (tidak istithaah) untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
Meski harus berangkat seorang diri, Zainudin tetap bersyukur karena istrinya kini berangsur membaik secara fisik.
“Alhamdulillah sekarang sudah sehat lagi, sudah bisa beraktivitas. Hanya ingatannya memang belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.
Di Tanah Suci, Zainudin berharap diberi kesehatan dan kekuatan agar bisa menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar.
“Semoga saya diberi kesehatan, umur panjang, dan bisa menjalankan ibadah dengan baik sampai selesai,” ucapnya.
Zainudin mengungkapkan, ia menabung dikit demi sedikit dari hasil bertani. “Saya seorang petani palawija. Dari hasil panen tersebut saya kumpulkan untuk mendaftar haji bersama istri,” tutupnya.

