Madinah (3/5). Pemerintah mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu panas ekstrem di Kota Makkah yang dalam beberapa hari ke depan diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini menuntut jemaah untuk lebih bijak mengatur aktivitas, terutama saat hendak beribadah ke Masjidil Haram.
Menurut Maria, pemerintah terus mengingatkan jemaah agar menghindari paparan sinar matahari secara langsung, terutama pada waktu siang hingga sore hari ketika suhu berada pada titik tertinggi.
“Jemaah kami imbau untuk mengatur waktu keberangkatan ke Masjidil Haram dengan baik dan menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).
Selain mengatur waktu aktivitas, jemaah juga diminta menjaga asupan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi akibat cuaca panas dan kelembapan udara yang rendah.
Pemerintah juga mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berat di tengah terik matahari, khususnya saat menjalankan ibadah di area Masjidil Haram.
Maria menambahkan, apabila jemaah merasakan gejala gangguan kesehatan seperti lemas, pusing, sesak napas, atau tanda-tanda dehidrasi, agar segera melapor kepada petugas kesehatan maupun petugas kloter untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Pemerintah, lanjutnya, terus berkomitmen menghadirkan pelayanan haji yang aman, nyaman, dan profesional bagi seluruh jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
“Jaga kesehatan, patuhi arahan petugas, dan fokus menjalankan ibadah dengan tenang agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar,” tutupnya.

